Musim hujan tak lagi jadi hambatan bagi Bengkel Rizky Motor, Kabupaten Banjar. Tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menghadirkan inovasi mesin oven powder coating portable yang mampu mempercepat proses pengeringan cat dan menghasilkan finishing lebih maksimal.

Melihat permasalahaan tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) merancang inovasi berupa mesin oven powder coating portable. Inovasi ini digagas oleh Misbachudin, Akmal Barry, dan Raybian Nur untuk membantu mitra mereka, Rizky Motor.

“Penggunaan metode pengecatan konvensional masih kurang efisien, terutama pada tahap pengeringan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun oven powder coating portable yang lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas finishing pengecatan kendaraan,” ujar Misbachudin, ketua tim peneliti, Senin (29/09/2025).

Ia menambahkan, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bengkel serta memberikan nilai tambah bagi layanan pengecatan kendaraan. “Mesin oven powder coating portable juga akan didaftarkan sebagai paten sederhana melalui payung Poliban,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tim merancang desain menggunakan aplikasi CAD dan SolidWorks, kemudian membuat perangkat mulai dari rangka oven, sistem burner, pintu oven, hingga gantungan part kendaraan. Setiap komponen terintegrasi untuk menghasilkan sistem pemanasan yang stabil dengan suhu 160–210°C sehingga cat bubuk dapat melebur dan menempel sempurna pada permukaan logam.

Tidak hanya memberikan alat, tim juga melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan penggunaan oven powder coating portable kepada pemilik bengkel dan karyawannya. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik langsung agar mitra dapat mengoperasikan alat secara mandiri.

“Setelah pelatihan, mitra mampu menggunakan mesin secara mandiri, memahami prinsip kerja, serta melakukan finishing pengecatan dengan hasil lebih halus, konsisten, dan tahan lama,” tambah Akmal Barry.

Mesin oven powder coating portable resmi diserahkan kepada Rizky Motor sebagai sarana produksi baru. Hasilnya, bengkel dapat meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan, kualitas pengecatan, dan daya saing usaha di bidang jasa perbengkelan.

“Dengan adanya mesin ini, kami berharap kualitas pengecatan kendaraan semakin baik dan layanan bengkel dapat bersaing lebih luas,” pungkas Raybian Nur.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menerima bantuan sistem manajemen database klub, atlet, dan pelatih dari tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Selasa (30/09/2025).

“Sistem ini dibuat untuk membangun manajemen database klub, atlet, dan pelatih, sehingga dapat membantu tata kelola administrasi pembinaan bola basket yang menjadi aset PERBASI HSS,” ujar Muhammad Teguh Nuryadin.

Teguh menjelaskan, sistem tersebut dikembangkan bersama dua dosen Poliban lainnya, yakni Riswan Yunida dan Raden Kelik Hardinto.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, di mana dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Uno ini menuturkan, pengabdian masyarakat tersebut dilatarbelakangi hasil observasi dan diskusi dengan pengurus PERBASI HSS. Salah satu masalah utama adalah data keanggotaan atlet yang tidak terkelola dengan baik, sehingga kerap menimbulkan sengketa saat pertandingan, karena ada klub yang saling mengklaim pemain yang sama.

“Dengan adanya sistem manajemen database, pendataan klub, atlet, dan asetnya dilakukan lebih rapi. Selanjutnya, tim pengabdian bersama pengurus PERBASI HSS melakukan verifikasi dan validasi, lalu data tersebut disahkan sebagai satu kesatuan dan disampaikan ke KONI Kabupaten HSS,” jelasnya.

Ia berharap, sistem ini dapat mencegah terulangnya klaim ganda atlet antar klub.

“Ke depan, sistem ini juga akan dikembangkan menjadi sistem informasi berbasis website yang dapat diakses semua pihak,” tandasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Menghadapi keterbatasan metode tradisional dalam pengeringan magot, Tim Peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terdiri dari Katiko Imamul Muttaqin, Ahmad Hendrawan, dan Dra. Rusmini Sri Maryati merancang Alat Pengering Magot sebagai solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Minggu (28/09/2025).

Mewakili tim peneliti, Katiko Imamul Muttaqin menjelaskan, alat tersebut dibuat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, khususnya Kelompok Tani Holtikultura Mekar Jaya dalam mengolah sampah organik agar bernilai tambah.

“Di Kelompok Tani Holtikultura Mekar Jaya, salah satu kegiatannya beternak ayam, kambing, dan sapi. Nah, limbah kotoran ternak serta limbah organik pertanian dan perkebunan kemudian dikelola untuk budidaya magot, larva yang berperan sebagai agen pengurai paling efektif. Magot ini sekaligus menjadi sumber protein pakan ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan lainnya,” ungkap Katiko.

Namun, lanjut Katiko, magot hasil budidaya yang dapat dikeringkan masih terbatas karena proses pengeringan dilakukan secara tradisional dengan penjemuran yang bergantung pada cuaca panas. Kondisi ini membuat produktivitas pengeringan tidak optimal.

“Oleh karena itu, kami membuat solusi teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan Kelompok Tani Mekar Jaya tersebut. Pembuatan perangkatnya kami lakukan di laboratorium kampus Poliban,” terangnya.

Disampaikan Katiko, pihaknya juga mengadakan pelatihan dengan pendekatan teori dan praktik langsung untuk mitra pengabdian.

“Setelah alatnya selesai, kami memberikan pelatihan di kampus Poliban terkait latar belakang teknologi pengering magot, manfaat alat, prinsip kerja, serta aspek keselamatan kerja yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pelatihan yang efektif, mitra bisa mendapatkan pemahaman yang menyeluruh sebelum perangkat dipindahkan ke desa untuk dioperasikan.

“Semoga alat ini mampu mempercepat proses pengeringan, meningkatkan kualitas produk, serta mengurangi ketergantungan pada cuaca. Sekaligus memperkuat peran Politeknik Negeri Banjarmasin sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghadirkan solusi teknologi tepat guna,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Sebanyak 210 siswa SMA/MA/SMK se-Kalimantan Selatan mengikuti Lomba Berkarya dan Berprestasi (Lobapers) ke-6 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Basket Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kamis (25/09/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan Poliban ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan kepramukaan tingkat penegak, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antar racana.

Direktur sekaligus Mabigus Poliban, Kak Joni Riadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya pembina dan anggota Pramuka Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan.

“Terakhir kali Lobapers digelar pada tahun 2023. Saat itu, pembukaan kegiatan sempat diguyur hujan deras dan air pasang, tetapi kakak-kakak pramuka tetap semangat tanpa alas kaki mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan fisik yang kuat dan mental yang tangguh. Tentunya melalui kegiatan ini keterampilan soft skill semakin terasah, komitmen terjaga, dan solidaritas tetap kokoh dalam kondisi apa pun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ajang ini berperan penting dalam memperkuat jejaring silaturahmi sekaligus meningkatkan prestasi di bidang non akademik.

“Kami berharap kakak-kakak pramuka yang ikut lomba ini terus berkarya dan berprestasi, sehingga bersama-sama kita dapat membangun Kalimantan Selatan untuk Indonesia Maju,” pesannya.

Ketua Pelaksana, Kak Rizki Wulandari, menyebutkan bahwa terdapat enam jenis lomba yang dilaksanakan dalam Lobapers 2025.

“Jenis lomba meliputi pionering, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), latihan ketangkasan baris berbaris (LKBB), cerdas cermat pramuka (LCTP), lomba tari, dan foto kontes,” bebernya.

Ia menjelaskan, 210 peserta berasal dari 11 sangga putri dan 11 sangga putra yang mewakili 11 pangkalan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Di antaranya dari SMKN 4 Banjarmasin, SMAN 1 Barabai, SMAN 1 Gambut, MA Hidayatullah, SMA GIBS, SMKN 5 Banjarmasin, MA Manbaululuh, SMKN 1 Mandastana, SMKN 1 Gambut, MAN 3 Banjarmasin, dan SMAN 1 Jorong. Kami sangat mengapresiasi semua sekolah yang ikut berpartisipasi, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan Lobapers 2025, Pembina Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan Kak Ahmad Hendrawan, Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Kak Karyono Ibnu Ahmad, Ketua Dharma Wanita Persatuan Poliban Kak Lina Herlina, Wakil Direktur II Bidang Akademik Kak H. Ahmad Rizani, perwakilan Kwartir Cabang, serta tamu undangan lainnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Masih dalam lingkup inovasi di bidang industri pengecoran logam, Tim Peneliti Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terdiri atas Dr. Teguh Suprianto, Dr. Asrul Sudiar, Darmansyah, dan Muhammad Kasim kembali menghadirkan terobosan inovatif. Kali ini, mereka memanfaatkan limbah plastik yang dikonversi melalui proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif untuk pengecoran logam, Jumat (26/09/2025).

Mewakili tim peneliti Poliban, Dr. Teguh Suprianto menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pirolisis dan optimasi proses fraksionasi dalam konversi limbah plastik campuran menjadi bahan bakar, dengan tujuan utama menghasilkan energi alternatif yang dapat digunakan pada industri pengecoran logam.

Proses Pembuatan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Pengecoran Logam

“Limbah plastik ini merupakan salah satu masalah yang sangat krusial. Namun, di sisi lain, limbah plastik memiliki potensi energi yang dapat kita manfaatkan, salah satunya lewat proses pirolisis ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, limbah plastik dikonversi melalui proses pirolisis pada suhu 400–600°C. Selain menghasilkan bahan bakar cair, penelitian ini juga bertujuan membuktikan bahwa alat pirolisis yang dirancang mampu berfungsi dengan baik dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai tambah.

“Alat pirolisis yang kami rancang memiliki beberapa komponen utama, yaitu rangka pirolisis, tabung reaktor, tungku reaktor, tabung kondensor, tabung penampung hasil liquid, serta dandang penampung air,” terang Dr. Teguh.

Minyak hasil uji coba pirolisis dengan jenis limbah plastik HDPE (kuning) dan PET (hijau)

Menurutnya, tahap awal penelitian dimulai dari proses rancang bangun alat pirolisis yang kemudian diuji secara langsung menggunakan limbah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) dan PET (Polyethylene Terephthalate).

“Penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif, tetapi juga menghadirkan teknologi pirolisis sederhana yang aplikatif. Teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk skala industri kecil hingga menengah, termasuk sektor pengecoran logam,” imbuhnya.

Lebih jauh, Teguh mengungkapkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung upaya keberlanjutan dalam pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Tim peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) kembali menghadirkan terobosan inovatif melalui pemanfaatan oli bekas sebagai aditif bahan bakar batubara untuk proses pengecoran logam, Jum’at (26/09/2025).

Selama ini, industri pengecoran logam di Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), masih bergantung pada arang kayu ulin sebagai bahan bakar utama. Namun, keterbatasan sumber daya kayu ulin serta harga yang semakin tinggi mendorong perlunya alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dosen Teknik Mesin Poliban (Muhammad Kasim), berfoto dengan pelaku usaha UMKM

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti yang terdiri atas Dr. Teguh Suprianto, Muhammad Kasim, dan Darmansyah mengembangkan solusi lewat program pemberdayaan masyarakat dengan mencampurkan batubara dan oli bekas sebagai bahan aditif dalam proses pembakaran logam.

“Kami mencampurkan oli bekas menggunakan metode semprotan (spray) dengan perbandingan 1%, 2%, dan 3% untuk mengevaluasi hasil serta membandingkan efisiensi pembakaran sebelum dan sesudah pencampuran,” jelas Dr. Teguh Suprianto, perwakilan tim peneliti Poliban.

Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mendukung industri lokal agar beralih ke batubara sebagai bahan bakar utama, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada kayu ulin.

Hasil peleburan alumunium 3 Kg dengan menggunakan batubara dengan tambahan 100 ml oli bekas

Hasil peleburan alumunium 3 Kg dengan menggunakan batubara dengan tambahan 100 ml oli bekas

“Untuk tahapannya, ada empat proses yang dilakukan, yakni pengumpulan oli bekas, persiapan batubara dengan cara dihancurkan agar ukurannya seragam sekaligus bisa dikeringkan untuk mengurangi kadar air, pencampuran batubara dengan oli bekas, serta pengujian dan pembakaran batubara yang telah dicampur oli bekas menggunakan furnace atau tungku kecil,” tambahnya.

Teguh juga menegaskan bahwa pemanfaatan batubara dengan aditif oli bekas, yang relatif mudah diperoleh, dapat menekan biaya produksi secara signifikan.

“Biasanya proses peleburan menggunakan LPG atau arang yang harganya mahal dan ketersediaannya tidak stabil. Dengan penggunaan batubara dan oli bekas ini, proses produksi menjadi lebih hemat,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) resmi meluluskan 1.036 sarjana baru pada Wisuda ke-XXXVI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Selasa (23/9/2025).

Direktur Poliban, Joni Riadi, menyampaikan bahwa momentum wisuda tahun ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-XXXVIII Poliban.

“Setiap tanggal 23 September merupakan hari lahir Poliban, yang pada awalnya dikenal sebagai Politeknik Universitas Lambung Mangkurat,” ujarnya.

Tahun ini, Poliban mengusung tema “38 Tahun Membangun Vokasi, Merajut Banua Emas dengan Transformasi Digital dan Hilirisasi Energi.” Ia menegaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan visi Poliban, yakni “Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi Berkelas Dunia di Sektor Energi dan Industri Pengolahan Berbasis Teknologi Digital Tahun 2050.”

“Kami berkomitmen memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran, pengembangan diri, dan pembentukan karakter mahasiswa. Selaras dengan itu, Poliban juga menyiapkan fasilitas untuk mendukung kesiapan kerja para lulusan melalui layanan pasca lulus, yang dapat diakses melalui portal karir Poliban,” tuturnya.

Joni Riadi berharap para lulusan tidak berhenti belajar, terus mengasah kemampuan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

“Saya optimis 1.036 wisudawan tahun ini mampu bersaing dengan baik di dunia kerja. Terlebih sebelum lulus, para alumni sudah dibekali berbagai sertifikasi dan pelatihan soft skill, mulai dari penulisan CV, teknik wawancara kerja, hingga etika profesional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, turut menghadiri perhelatan wisuda Poliban. Ia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kampus vokasi terbesar di Kalimantan Selatan tersebut dalam mendidik seribu lebih sarjana dengan kualitas SDM yang unggul.

Dalam rangkaian Dies Natalis, Hj. Ananda juga didaulat menyampaikan orasi ilmiah bertema “38 Tahun Membangun Vokasi, Merajut Banua Emas dengan Transformasi Digital dan Hilirisasi Energi.”

“Tema ini sekaligus menjadi tantangan bagi para sarjana vokasi saat ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, Kota Banjarmasin sangat membutuhkan SDM seperti alumni Poliban untuk ikut berkontribusi menghadapi tantangan hilirisasi energi dan perkembangan teknologi.

“Di tengah kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin, sampah bukan lagi sekadar beban kota, tetapi bisa diolah menjadi energi bermanfaat. Di sinilah peran lulusan vokasi untuk menghadirkan teknologi tepat guna dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Hj. Ananda mengajak para lulusan untuk tetap setia pada cita-cita, serta bersama-sama menyongsong Banjarmasin Maju Sejahtera dan Banua Emas 2045 dengan semangat vokasi, transformasi digital, serta hilirisasi energi demi keberlanjutan generasi mendatang.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Halo Calon Mahasiswa Poliban, bagi kalian yang baru mendaftar dan ingin melakukan pembayaran registrasi melalui Virtual Account (VA) Bank BTN, pembayaran dapat dilakukan melalui ATM BTN, Mobile Banking BTN, Teller BTN, maupun ATM dan Mobile Banking bank lain. Untuk panduan lengkapnya, kalian bisa download tutorialnya DISINI

0 comments
1 FacebookTwitterLinkedinEmail

Perusahaan distributor pelumas terbesar di Indonesia, PT Sefas Group, kembali hadir di kampus Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) melalui kegiatan Sefas Goes to Campus yang ditujukan bagi alumni dan fresh graduate, Kamis (18/09/2025).

HRGA PT Sefas Group Regional Balikpapan, Yuli Rosali, menyampaikan bahwa tahun ini merupakan kali kedua pihaknya menyelenggarakan kegiatan tersebut di Poliban.

“Sebenarnya ini seperti safari, kami keliling ke beberapa kota, dan salah satunya di kampus Poliban Banjarmasin. Untuk hari ini di Poliban ada sekitar 135 peserta yang hadir,” ujarnya.

Yuli menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Mini Job Fair Poliban, dengan tujuan memperkenalkan lebih jauh profil perusahaan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa dan alumni yang berminat bergabung dengan Sefas.

“Lewat agenda ini, kami ingin memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai Sefas, sehingga para calon kandidat tidak hanya tahu lowongan pekerjaannya, tetapi juga mengenal visi dan peluang karir di perusahaan kami,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di PT Sefas meliputi Departemen Technical, Departemen Sales, serta Departemen Supporting seperti Finance dan HRGA.

“Jadi kalau teman-teman alumni sedang mencari kerja, Sefas bisa menjadi salah satu wadah untuk melamar pekerjaan. Dari Poliban sendiri juga sudah ada yang bergabung dengan kami, baik sebagai karyawan organik maupun peserta program magang. Saya berharap semoga alumni yang mengikuti kegiatan hari ini bisa segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai passion, dan jerih payah mereka terbayar ketika diterima di perusahaan. Nikmati prosesnya, karena tidak ada yang instan. Tetap semangat untuk para alumni Poliban,” pesannya.

Sementara itu, Muhammad Khaidir, alumni Poliban tahun 2024 Prodi D3 Alat Berat, mengungkapkan rasa bangga karena berhasil bergabung di PT Sefas melalui rekrutmen sebelumnya. Kini ia menjadi salah satu technical staff di perusahaan tersebut.

“Saya tahun kemarin ikut job fair dari Sefas ini juga, saya coba mendaftar dan alhamdulillah diterima. Proses rekrutmen yang saya lalui ada screening CV, interview HR dan user, lalu untuk technical ada tes presentasi. Setelah lulus presentasi baru masuk ke tes psikolog, dan akhirnya dikasih offer letter,” jelasnya.

Menurut Khaidir, posisi Technical yang ia emban saat ini berperan penting dalam mendukung tim sales, mulai dari menjelaskan aspek teknis produk hingga memberikan layanan after sales seperti pelatihan dan analisis laboratorium.

“Kehadiran job fair di Poliban ini sangat membantu alumni seperti saya, apalagi Poliban memiliki banyak mitra kerja, tidak hanya Sefas. Untuk teman-teman yang sedang berjuang mencari pekerjaan, saran saya perdalam fundamental soft skill dan hard skill sesuai bidang masing-masing,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PKK) Politeknik Negeri Banjarmasin menggelar Mini Job Fair yang melibatkan tiga mitra kerja, yakni Bank BRI, PT Amartha, dan PT Sefas Group.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 17–18 September 2025, dan dihadiri oleh Direktur Poliban, Joni Riadi.

“Ini salah satu komitmen Poliban dalam menyiapkan lulusan yang unggul dengan kemampuan yang dibutuhkan dunia industri. Melalui mini job fair ini, para lulusan bisa mendapat gambaran mengenai dunia kerja, peluang karir, sekaligus kesempatan bergabung dengan mitra yang hadir,” ujar Joni Riadi.

Ketua UPA PKK Poliban, Ahmad Zaki Yamani, menambahkan bahwa mini job fair ini disambut antusias oleh alumni maupun fresh graduate yang akan diwisuda bulan ini.

“Mini job fair ini sifatnya campus hiring. Hari pertama untuk BRI dan Amartha, sedangkan hari kedua khusus Sefas Group,” jelas Zaki.

Sekitar 200 alumni mendaftar pada kegiatan ini dengan jumlah lowongan yang ditawarkan cukup beragam. BRI, misalnya, membuka sekitar 150 formasi untuk penempatan di wilayah Kalimantan Selatan, mulai dari posisi marketing, teller, hingga front office. Sementara itu, Amartha dan Sefas Group juga menyediakan banyak peluang bagi para pelamar.

“Harapannya lewat mini job fair ini banyak alumni Poliban yang tersaring dan bisa bergabung dengan perusahaan mitra,” pungkas Zaki.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail