Dalam upaya meningkatkan mutu layanan laboratorium berstandar internasional ISO/IEC 17025:2017, Laboratorium Teknik Sipil dan Kebumian Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mendapat pendampingan dan bimbingan teknis dari tim Direktorat Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN) Pusat. Pendampingan tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 09–10 Maret 2026.
Pendampingan ini dihadiri secara resmi oleh Direktur Poliban, Joni Riadi. Ia mengatakan, sebagai perguruan tinggi vokasi yang telah berdiri sejak tahun 1987, Poliban telah dikenal sebagai salah satu rujukan utama pendidikan vokasi di wilayah Kalimantan.

“Poliban juga telah memiliki pengakuan internasional ISO 9001 sejak tahun 2011 untuk proses akademik, dan saat ini Poliban terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan laboratorium berstandar global,” ucapnya.
Lebih lanjut, Joni Riadi menyampaikan bahwa upaya peningkatan standar laboratorium tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Astacita Keempat Presiden Prabowo yang menekankan penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi.
“Penguatan laboratorium pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam mencetak tenaga vokasi yang memiliki keterampilan teknis tinggi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia industri dan pembangunan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian, Reza Adhi Fajar, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari rangkaian panjang yang telah memasuki tahun kedua guna memastikan seluruh tahapan pemenuhan standar berjalan optimal sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan laboratorium, mulai dari sistem manajemen mutu, pengelolaan peralatan, hingga kompetensi sumber daya manusia laboratorium. Seluruh aspek tersebut dibahas dan diperkuat sebagai bagian dari kesiapan menuju standardisasi internasional,” ujarnya.
Menurut dia, proses pendampingan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi jurusan yang dipimpinnya untuk terus memperkuat peran dalam mendukung pendidikan vokasi berkualitas serta pembangunan infrastruktur di Indonesia.
“Hal ini juga sejalan dengan visi Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian untuk menjadi yang terdepan dalam mencetak tenaga teknis lapangan bagi pekerjaan infrastruktur berskala besar. Ke depan, kualitas praktik, pengujian, serta penelitian terapan di bidang teknik sipil diharapkan semakin meningkat sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur strategis, baik di tingkat nasional maupun global,” tandasnya.





