Politeknik Negeri Banjarmasin mengadakan FGD dan Workshop bertema pengembangan platform IoT untuk pemantauan tanaman kelapa sawit, menghadirkan sejumlah pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kamis (20/11/2025) di Ruang Multimedia Lantai 2 Gedung Kantor Utama Poliban.

Mewakili Direktur Poliban, Joni Riadi, Wakil Direktur 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, H. M. Syafwansyah Effendi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah berhadir, di antaranya Prof. Dr. Ir. Muhammad Noor, Dr. Ir. Muhammad Alwi, dan Anna Hairani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Sawit ini merupakan komoditas yang strategis di Kalimantan Selatan. Tentunya ini membutuhkan pengelolaan berbasis data, dan hal tersebut sangat relevan dengan topik yang kita bahas hari ini untuk meningkatkan kualitas serta efisiensi tanaman secara berkelanjutan, khususnya kelapa sawit,” ucapnya.

Ia menambahkan, kegiatan FGD dan workshop ini merupakan tindak lanjut dari pameran teknologi inovasi yang beberapa minggu lalu dilaksanakan Poliban. Salah satu alat inovasi yang diperkenalkan adalah SIPERKASA (Sistem Informasi Pemantauan dan Prediksi Kinerja Kelapa Sawit), yang dipaparkan lebih dalam kepada peserta FGD.

“Alat ini memiliki kinerja untuk memantau kondisi kelapa sawit, lingkungan, dan banyak aspek lainnya. Harapannya, alat ini bisa bermanfaat dan membantu di bidang pertanian. Semoga kehadiran mitra industri dalam FGD ini dapat memberikan masukan untuk mengembangkan riset ini agar semakin andal ke depannya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana FGD, Dr. Kun Nursyaiful Priyo Pamungkas, menekankan bahwa terdapat dua tujuan utama dalam pelaksanaan FGD dan workshop ini. Pertama, mendapatkan masukan dari mitra industri, kelompok tani, serta dinas-dinas terkait. Kedua, sebagai bentuk diseminasi hasil riset.

“Jadi riset kami tidak hanya sebatas di perguruan tinggi saja, tetapi juga harus berdampak pada masyarakat. Ada dampak sosial dan ada dampak ekonomi dari hasil riset kami,” terangnya.

Ia berharap tim riset Poliban dapat menindaklanjuti dan melanjutkan penelitian tersebut pada tahun-tahun berikutnya.

“Semoga penelitian kami bisa menjadi lebih baik, akurasinya meningkat, lebih efisien, dan bisa membantu masyarakat, khususnya di sektor perkebunan dan pertanian. Sehingga ada peningkatan hasil dari sektor-sektor tersebut,” tandasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Untuk merefleksikan nilai-nilai Pancasila, Politeknik Negeri Banjarmasin mendorong mahasiswa D3 Teknik Pertambangan untuk berkreasi melalui produksi film pendek bertema Pancasila.

Tidak hanya membuat karya, para mahasiswa juga mengikuti sesi pemutaran dan bedah film dalam kegiatan Pemutaran dan Bedah Film Project Mata Kuliah Pancasila yang dibimbing langsung oleh Dosen Pengampu, Nailiya Nikmah, Rabu (19/11/2025).

Foto Bersama Para Mahasiswa dengan Dosen Pengampu, Nailiya Nikmah dan Ketua Forum Sineas Banua, Munir Shadikin.

Nailiya menyampaikan bahwa project film ini merupakan pengalaman pertama bagi kelas di Program Studi Teknik Pertambangan, namun menjadi project kedua baginya setelah sebelumnya digelar di Program Studi Akuntansi.

“Proses project ini tentu saja tidak simsalabim. Saya percaya ada banyak cerita di balik layar dari setiap kelompok kerja. Saya sangat menghargai sepuluh film yang sudah kami tonton bersama hari ini. Harapannya, mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Melalui media film, Nailiya berharap mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoretis, tetapi juga menghayatinya dalam kehidupan nyata melalui situasi dan persoalan yang mereka angkat dalam karya masing-masing.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber sekaligus penggiat film pendek, Munir Sadhikin, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Sineas Banua. Ia memberikan wawasan mendalam mengenai kekuatan visual dan storytelling dalam membentuk pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila.

Sesi Menonton Bersama Film Pendek Karya Mahasiswa D3 Teknik Pertambangan Poliban.

Menurut dia, nilai Pancasila bahkan sudah tampak sejak proses pembuatan film itu sendiri.

“Sejak proses syuting, nilai moral, etika, hingga bagaimana tim bekerja dalam satu kesatuan itu sudah menjadi cerminan nilai Pancasila. Visi dan persoalan film juga harus dimusyawarahkan sampai ditemukan solusinya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa film memiliki kekuatan khas dalam menyampaikan gagasan dan membekaskan pengalaman kepada penonton.

“Film berkembang karena ia efektif menyampaikan gagasan dan bisa menjadi pengalaman bagi penonton maupun pembuatnya. Tinggal bagaimana kelihaian si pembuatnya mengolah elemen audio visual agar pesannya tidak hanya tersampaikan, tetapi terhayati,” ujarnya.

Sebagai pesan penutup untuk mahasiswa, pria yang kerap disapa Bang Munir ini menekankan pentingnya kedalaman dalam berkarya.

“Perbanyak perenungan. Banyak orang ingin cepat, tapi melupakan kedalaman. Kepercayaan diri dan potensi diri akan lebih bermakna jika seimbang antara menunjukkan dan merenungkannya,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Sebanyak 43 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Politeknik Negeri Banjarmasin resmi diambil sumpah dan dilantik oleh Direktur Poliban, Joni Riadi, pada Selasa (18/11/2025) pagi.

PPPK yang dilantik merupakan formasi dari tahun 2023, 2024, dan 2025.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh pejabat jurusan, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan, Ketua Senat Poliban, serta perwakilan Unit Penunjang Akademik (UPA) di lingkup Poliban.

Dalam sambutannya, Direktur Poliban, Joni Riadi mengungkapkan rasa bangga kepada semua staf yang telah berjuang dari masa honorer hingga menjadi PPPK.

“Saya mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu sekalian yang telah dilantik menjadi PPPK, selamat bergabung menjadi bagian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi,” ucapnya.

Ia menekankan bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara, terdapat tanggung jawab besar yang harus diemban, termasuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas, bermutu, dan berorientasi pada hasil yang berdampak bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga sekali, bapak dan ibu bisa memakai identitas kita sebagai pegawai pemerintah, salah satunya baju Korpri ini, ini suatu kebanggaan tersendiri buat kita,” ujarnya.

Menurutnya, momen ini harus menjadi acuan untuk bahu-membahu membangun masa depan kampus yang lebih baik.

“Saya berharap, bapak ibu sekalian bisa profesional menjalankan tugas sesuai tupoksi, memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat dan bisa mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Talk Show Inspiratif dengan Alumni Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) disambut antusias oleh tamu undangan dan masyarakat Kota Banjarmasin dalam rangkaian kegiatan Edu Tech Fair Poliban 2025 yang digelar di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Sabtu (08/11/2025).

Kegiatan talk show ini dimoderatori oleh Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Poliban, Susi Rosinawaty, bersama Dosen Program Studi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, Rizky Fadhillah. Acara menghadirkan para alumni terbaik Poliban, yaitu Yusuf, Owner Amanah Karya Baimbai, dan Yassir Azhari, Asisten Manager PT. Buana Karya Bakti (BKB), serta perwakilan mitra industri lainnya.

Susi Rosinawaty menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menyerap pengalaman dan aspirasi dari para alumni sebagai bahan evaluasi bagi Poliban dalam meningkatkan kualitas lulusan di masa mendatang.

“Sebagai lembaga pendidikan vokasi, kami tidak hanya menyiapkan kompetensi keterampilan, tetapi juga soft skills seperti uji kompetensi, kemampuan bahasa Inggris, hingga workshop untuk persiapan terjun ke masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengetahui sejauh mana kompetensi yang diberikan kampus benar-benar diterapkan di dunia industri,” ujarnya.

Sementara itu, Yusuf selaku Owner Amanah Karya Baimbai mengungkapkan bahwa pihaknya telah banyak menyerap alumni Poliban di perusahaannya.

“Bisnis saya bergerak di percetakan dan wedding organizer, dan banyak alumni Poliban yang kami rekrut. Keunggulan mereka adalah kemampuan teknis sesuai bidangnya sudah kuat, jadi lebih mudah diarahkan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Yassir Azhari, Asisten Manager PT. Buana Karya Bakti. Menurutnya, lulusan pendidikan vokasi memang memiliki karakter siap kerja.

“Lulusan vokasi itu ready to use. Mentalitas mereka berbeda dengan lulusan universitas, karena memang dipersiapkan untuk langsung bekerja. Di industri kelapa sawit, kami membutuhkan SDM yang bermental kuat dan siap bekerja di lapangan, dan itu banyak ditemukan pada lulusan Poliban,” katanya.

Namun, Yassir juga menyoroti adanya kesenjangan (gap) antara kebutuhan industri dan kompetensi lulusan yang masih perlu ditingkatkan.

“Gap antara dunia industri dan perguruan tinggi ini PR kita bersama. Sistem OJT harus diperkuat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Dosen juga perlu meningkatkan kemampuan praktis, sehingga tidak hanya mahasiswa yang haus praktik, tetapi dosennya pun ikut berkembang. Di situlah link and match bisa benar-benar terwujud,” tandasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menyelenggarakan Edu Tech Fair 2025 di atrium Duta Mall Banjarmasin, pada Sabtu (8/11/2025).

Direktur Poliban, Joni Riadi, mengatakan bahwa Edu Tech Fair tahun ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan menarik, di antaranya Pameran Raya Berdikari, Pameran Produk Inovasi Vokasi, Dialog Publik Potensi Daerah, Atraksi Robotik, Talk Show bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan menghadirkan alumni Poliban, serta Grand Final Pemilihan Duta Kampus.

“Edu Tech Fair ini merupakan pameran dari hasil riset Program Berdikari, yang merupakan program dari Direktorat Minat, Bakat, dan Sains-Teknologi Kemendikbudristek. Melalui kegiatan ini, kami berkolaborasi dengan mahasiswa, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar hasil riset yang dihasilkan dapat menjawab tantangan yang dihadapi pemerintah daerah,” ungkapnya.

Joni menjelaskan, dalam pameran tersebut Poliban memperkenalkan sejumlah alat inovasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. Beberapa di antaranya yakni: SIPERKASA (Sistem Informasi Pemantauan dan Prediksi Kinerja Kelapa Sawit, DoD Alabio Studio Ai (Alat pendeteksi kelamin bebek dan DEPISA ( Deteksi Api dan Asap Poliban).

“Untuk produksi lebih lanjut terkait alat-alat ini, tentu kami terbuka untuk bekerja sama dengan perusahaan yang tertarik, agar bisa mengembangkan riset yang lebih bermanfaat lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Edu Tech Fair Poliban 2025, Reza Fauzan, menyampaikan bahwa pengembangan riset inovasi ini telah dimulai sejak tahun 2024.

“Berdasarkan riset potensi daerah tahun lalu, kami menemukan bahwa potensi terbesar di daerah ini ada pada sektor perkebunan dan peternakan. Maka dari itu, kami mengangkat permasalahan yang ada di dua sektor tersebut. Misalnya, monitoring kelapa sawit untuk mendeteksi produktivitas tanaman, penentuan jenis kelamin itik alabio tanpa melukai hewan, serta sistem deteksi asap dan api untuk membantu pemantauan kebakaran hutan secara otomatis,” jelas Reza.

Ia menambahkan, timnya juga telah menyiapkan riset lanjutan yang berfokus pada deteksi dini kebakaran di area permukiman.

“Nantinya kami akan melakukan penelitian baru terkait kebakaran, tidak hanya di area pertanian, tetapi juga di wilayah permukiman warga. Kami sudah berkomunikasi dengan BPBD Kota Banjarmasin dan siap berkolaborasi lebih lanjut dengan Poliban,” tutupnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) melalui Jurusan Administrasi Bisnis menggelar kuliah umum bertajuk “Membangun Personal Branding untuk Sukses di Dunia Kerja Era Digital” yang berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 2 Gedung Kantor Utama Poliban, Selasa (04/11/2025) pagi.

Direktur Poliban, Joni Riadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa personal branding merupakan salah satu soft skill penting yang harus dimiliki mahasiswa untuk memasuki dunia kerja terutama di era digital.

“Personal branding ini harus diperkuat oleh adik-adik mahasiswa, karena sifatnya bukan lagi opsional tetapi kebutuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa personal branding berperan penting dalam menonjolkan identitas dan keunikan diri, sehingga melalui kuliah umum ini mahasiswa diharapkan dapat memahami cara membangun citra diri yang positif dan relevan.

“Alhamdulillah, hari ini kita kedatangan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang menjadi pemateri dalam kuliah umum Program Studi D3 Administrasi Bisnis. Kehadiran beliau tentu memperkaya wawasan sekaligus memotivasi mahasiswa agar memiliki personal branding yang kuat,” tambahnya.

Sebagai tokoh publik di Kota Banjarmasin, Hj. Ananda menyampaikan bahwa membangun personal branding bukanlah hal instan, melainkan proses panjang yang memerlukan konsistensi.

“Untuk membangun personal branding, kita harus mulai dari sekarang, dari hal-hal sederhana. Misalnya dengan mengelola media sosial kita. Media sosial itu bisa menjadi CV digital yang menunjukkan nilai diri kita. Tidak sedikit perusahaan yang memeriksa media sosial sebelum merekrut seseorang. Jadi, mulai sekarang optimalkan konten yang kita tampilkan, tunjukkan karya, aktivitas positif, dan nilai hidup kita,” ujarnya.

Hj. Ananda juga membeberkan dua kunci utama dalam membangun personal branding khususnya dalam dunia industri digital.

“Kunci sukses itu dua: percaya diri dan jangan dengarkan omongan orang lain, terutama yang hanya menjatuhkan mental. Ingat, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka, maksimalkan saja apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita,” pungkasnya.

0 comments
1 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) didaulat menjadi tempat pelaksana kegiatan penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara (RKBMN) bersama puluhan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Regional 3.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Oktober 2025, di Gedung Serbaguna (GSG) Poliban. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Poliban, Joni Riadi.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur Poliban menjadi salah satu tempat pelaksanaan penyusunan rencana kebutuhan barang milik negara yang diinisiasi oleh Sekretariat Kemdiktisaintek,” ujarnya.

Joni menjelaskan, pembahasan RKBMN ini akan diimplementasikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) tahun anggaran 2027.

“Masing-masing perguruan tinggi tentu memiliki banyak perencanaan untuk pengadaan barang demi kelancaran kegiatan perkuliahan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, Poliban sendiri berencana mengajukan pengadaan bus untuk menunjang operasional mahasiswa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti oleh 50 perguruan tinggi, dengan dua di antaranya hadir secara daring dan 48 secara luring. Total peserta sebanyak 116 orang. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Kalimantan Selatan, sekaligus momentum untuk menyamakan persepsi seluruh kampus di Indonesia terkait penyusunan kebutuhan barang milik negara. Kita harus mengutamakan kebutuhan, bukan keinginan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Rika Susanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk perencanaan kebutuhan tahun 2027.

“Acara ini memang kami khususkan bagi rekan-rekan pengelola BMN dan bagian perencanaan di perguruan tinggi, agar kebutuhan barang milik negara dapat difasilitasi dengan baik oleh tim perencanaan,” ucapnya.

Rika menambahkan, kegiatan penyusunan RKBMN tahun ini dibagi menjadi tiga regional.

“Regional pertama dilaksanakan di Politeknik Negeri Batam, kedua di Universitas Riau, dan ketiga di Politeknik Negeri Banjarmasin,” tutupnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Career Development Center Politeknik Negeri Banjarmasin (CDC Poliban) menggelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Safetyclass Poliban 2025 untuk mahasiswa. Kegiatan ini terdiri dari empat sesi dengan kuota masing-masing 200 peserta per sesi.

Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Poliban, Ahmad Zaky Yamani, hadir secara langsung sekaligus menjadi trainer pelatihan bersama Nailiya Nikmah, Ketua Jurusan Akuntansi Poliban.

Pria yang akrab disapa Zaky ini menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa baru agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai persiapan pembelajaran praktik di laboratorium, workshop, maupun bengkel.

“Pelatihan ini terdiri dari empat sesi. Sesi pertama dilaksanakan pukul 08.30 sampai 12.00 Wita, dan sesi kedua di hari yang sama pukul 13.30 hingga 17.00 Wita pada 19 Oktober 2025. Sementara sesi ketiga dan keempat digelar pada 26 Oktober 2025,” ujarnya.

Zaky menyampaikan, kegiatan ini merupakan pelatihan hard skills dan soft skills yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang K3 dan bidang soft skills.

“Materi K3 yang kami bawakan mencakup dasar-dasar K3, identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian, serta pengetahuan tentang analisis keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis atau JSA). Adapun untuk pelatihan soft skills, materi yang diangkat adalah 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), yang bertujuan menciptakan tempat kerja aman, sehat, nyaman, dan teratur secara berkelanjutan, serta mengurangi risiko kecelakaan dan bahaya di tempat kerja,” jelasnya.

Zaky berharap mahasiswa baru dapat lebih memperhatikan keselamatan selama pembelajaran di laboratorium maupun bengkel.

“Kami juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ini. Kami ingin melihat sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi melalui aplikasi Kahoot. Tiga peserta dengan nilai terbaik dalam kuis tersebut mendapatkan merchandise dari CDC Poliban,” ungkapnya.

Pelatihan ini dirancang oleh CDC Poliban. Setiap peserta yang hadir dan mengisi presensi akan memperoleh sertifikat kehadiran. Untuk mendapatkan sertifikat pelatihan berbasis kompetensi Safetyclass Poliban 2025, peserta harus mengikuti pelatihan lanjutan melalui aplikasi Google Classroom (GCR).

“Melalui aplikasi tersebut, peserta akan memperoleh materi lanjutan. Untuk mendapatkan sertifikat pelatihan berbasis kompetensi Safetyclass Poliban 2025, peserta wajib menyelesaikan kuis dengan nilai maksimal sebagai syarat kelulusan. Peserta dapat mengulang kuis hingga memperoleh hasil maksimal selama kuis tersebut belum ditutup,” pungkasnya.

0 comments
1 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) turut memeriahkan perayaan hari jadi ke-4 Hotel Information Technology Association (HITA) Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) yang digelar di Hotel Aeris, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (25/10/2025).

Dalam acara tersebut, Dosen Poliban, Arifin Noor Asyikin, berkesempatan menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan anniversary HITA bertajuk “Empowering Hospitality with AI & IoT ( IT Expo 2025).”

Melihat pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) di tengah masyarakat, Arifin mengajak para peserta expo untuk mengupas berbagai manfaat teknologi AI, khususnya di bidang perhotelan, melalui materi bertajuk “Smart Hotel, Smart Security: Membangun IoT yang Aman dan Efisien.”

Beberapa poin yang dipaparkan Arifin antara lain manfaat IoT bagi hotel dan tamu, pentingnya menjaga keamanan data perhotelan, contoh kasus serangan IoT, dampak pelanggaran keamanan IoT, hingga kompleksitas jaringan Wi-Fi di hotel.

Selain dosen Poliban yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Poliban juga turut ambil bagian. Para peraih juara KMIPN 2025 hadir sebagai peserta IT Expo dan ikut berinteraksi dengan pengunjung serta peserta lain dari berbagai institusi.

Turut menambah kemeriahan acara, Tim Robotik Poliban menampilkan sejumlah inovasi yang berhasil mencuri perhatian pengunjung expo. Di antaranya adalah alat AR VR, inovasi tugas akhir “Rancang Bangun Otomatisasi Penetasan Telur Berbasis IoT” dengan sensor suhu, cahaya, dan kelembapan, serta “Polibanverse”, sebuah platform tur kampus virtual berbasis teknologi 3D fotorealistik, interaksi real time, dan pengalaman imersif layaknya berada langsung di lingkungan kampus Poliban.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Poliban untuk memperkenalkan kampus, khususnya Jurusan Teknik Elektro yang erat kaitannya dengan dunia teknologi dan inovasi.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Sehubungan dengan pembaruan jadwal kegiatan penerimaan mahasiswa baru Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Politeknik Negeri Banjarmasin, bersama ini disampaikan jadwal terbaru sebagai berikut:

Jadwal Terbaru:

  1. Pendaftaran: 15 September 2025 – 14 Januari 2026
  2. Seleksi Administrasi: 16 – 22 Januari 2026
  3. Proses RPL: 23 – 31 Januari 2026
  4. Pengumuman: 2 Februari 2026
  5. Masa Sanggah: 2 – 6 Februari 2026
  6. Daftar Ulang: 3 – 7 Februari 2026

Jalur RPL merupakan kesempatan bagi lulusan Diploma 3 untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana Terapan (Diploma 4) di Politeknik Negeri Banjarmasin.

Program RPL yang tersedia:

  1. Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian
    • Prodi Teknik Bangunan Rawa
    • Prodi Teknologi Rekayasa Geomatika dan Survei
    • Prodi Teknologi Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan
  2. Mechanical Engineering Department
    • Prodi Teknologi Rekayasa Otomotif
  3. Electrical Engineering Department
    • Prodi Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi
    • Prodi Sistem Informasi Kota Cerdas
  4. Bussiness Administration Department
    • Prodi Bisnis Digital

Keunggulan Jalur RPL:

  1. Lulus dalam waktu tiga semester
  2. Tanpa biaya konversi SKS mata kuliah
  3. Pengurangan biaya kuliah tunggal (UKT)
  4. Sistem kuliah hybrid

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
WhatsApp: 081258096162
Website: https://pmb.poliban.ac.id

Demikian pengumuman ini disampaikan sebagai pembaruan jadwal resmi penerimaan mahasiswa baru Jalur RPL Politeknik Negeri Banjarmasin.

 

0 comments
1 FacebookTwitterLinkedinEmail