Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menyerahkan Surat Keputusan (SK), Perjanjian Kerja, dan Surat Perintah Melaksanakan Tugas Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2024 kepada 31 staf di lingkungan Poliban, Selasa (21/10/2025) pagi. Kegiatan berlangsung di Ruang Multimedia Lantai 2 Gedung Kantor Utama Poliban.

Penyerahan SK tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Poliban, Joni Riadi, beserta jajaran pimpinan.

Dalam sambutannya, Joni Riadi menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh staf yang sebelumnya berstatus PPNPN dan kini resmi menjadi PPPK.

“Kita harus menghargai hasil pencapaian ini, caranya tentu dengan bekerja sebaik-baiknya. Saya yakin bapak dan ibu di sini sangat kompeten di bidangnya,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar para staf memperhatikan dua hal penting dalam bekerja, yaitu kedisiplinan absensi dan integritas.

“Saya berpesan untuk memperhatikan jam kehadiran. Jangan sampai seperti plat mobil BOS 805, delapannya penuh, tengahnya kosong, lima nya penuh lagi. Jadi, jangan seperti itu dalam presensi,” ucapnya.

Selanjutnya, Joni menekankan pentingnya sikap proaktif di lingkungan kerja.

“Jadilah sebuah solusi. Kehadiran Anda di lingkungan kerja harus menjadi bagian dari percepatan pelayanan dan pencapaian target institusi,” ujarnya.

Ia berharap pencapaian ini menjadi pemacu semangat baru bagi para staf untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi Poliban.

“Artinya, dengan menerima SK ini kita harus semakin semangat, semakin giat belajar dan bekerja. Jangan lupa, kemampuan diri harus terus ditingkatkan karena perkembangan teknologi akan terus berubah, dan kita harus bisa mengikutinya,” pungkasnya.

  1. Ayu Trisnawati
  2. Heti Yuliandari
  3. Arifathul Isdayati
  4. Irma Eviyanti
  5. M. Rahadian Leksmana
  6. Aris Windrayudin
  7. Lia Indrayani
  8. Sandiannor
  9. Fajar Tri Suryanto
  10. Anita
  11. Lena Liana
  12. Syarifah Noor Jannah
  13. Ahmad Chaidir
  14. Siti Chariyani
  15. Khairani
  16. Dhea Dinda Ramadhana
  17. Ahmad Ridhani
  18. Susi Ramadani Yanti
  19. Saufi Ansori
  20. Peggy Feby Anisa
  21. Deny Rusma Perdana
  22. Muhammad Chairi
  23. Achmad Noor
  24. Hariyadi
  25. Rizky Apriliandy
  26. Muhammad Noor
  27. Muhammad Tarman
  28. Dedi Kaspiani
  29. Syamsudin
  30. Sarmadi
  31. Ahyani
0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Tim mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih lima penghargaan dalam ajang Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) 2025 yang digelar di Politeknik Negeri Padang, Sumatera Barat, pada 13–16 Oktober 2025.

Salah satu dosen pembimbing tim KMIPN Poliban, Rahimi Fitri, menyampaikan bahwa kelima prestasi tersebut terdiri atas satu juara 1, dua juara 2, dan dua juara 3 dari beberapa cabang lomba.

“Alhamdulillah, tim Poliban kembali juara dalam KMIPN 2025. Kami membawa lima tim dan masing-masing berhasil meraih penghargaan,” ujar Rahimi Fitri.

Ia menjelaskan, capaian tersebut berasal dari cabang Keamanan Siber, E-Government, Cipta Inovasi TIK, dan Hackathon.

Pada cabang Keamanan Siber, Tim Makat Xploit berhasil meraih Juara 1 Kategori Write Up Documentation. Tim ini beranggotakan Hipni, Rifki Al Ansyari, dan Aditya Rahman.

Di cabang E-Government, Tim Ratikwara meraih Juara 2 Kategori UI/UX dengan anggota Zoya Nujula Ramadhoni, Muhammad Irfan Akbar, dan Nurul Tri Amelia.

Selanjutnya, di cabang Hackathon Kategori Utama, Tim OneForAll Poliban sukses meraih Juara 3, dengan anggota Nur Syifa Nadya Rahmi, Shofiya Yasmin Husna, dan Muhammad Zaki.
Masih di cabang Hackathon, Tim Inggih Code juga menorehkan prestasi dengan Juara 2 Kategori Poster, beranggotakan Muhammad Farish Asgalani, Decy Alam Santoso, dan Muhammad Helmi.

Sementara itu, dari cabang Cipta Inovasi TIK, Tim Bakajutan meraih Juara 3 Kategori Poster, terdiri dari Muhamad Alif Pahreza, Ahmad Abu Husein, dan Muhammad Azhar Sadikin.

Rahimi mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Keberhasilan ini menegaskan posisi Poliban sebagai salah satu kampus vokasi yang konsisten melahirkan inovator muda di bidang teknologi informasi. Semoga prestasi ini menjadi pengalaman berharga bagi para finalis dan motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Poliban serta Kota Banjarmasin di kancah nasional,” ujarnya.

Salah satu finalis dari Tim OneForAll, Nur Syifa Nadya Rahmi, turut berbagi pengalaman berkesan selama mengikuti lomba.

“Awalnya cuma berharap bisa ke Padang, ternyata terkabul lewat jalur lomba KMIPN VII. Rasanya seru sekaligus menegangkan, terutama saat challenge dan penjurian Hackathon. Alhamdulillah, kami berhasil meraih Juara 3. Terima kasih untuk semua tim Poliban yang sudah berjuang bersama,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim Poliban.

“Teruslah bersemangat dan berinovasi. Semoga inovasi yang dihasilkan mampu mengharumkan nama Banjarmasin di tingkat nasional dan menjadi inspirasi bagi daerah lain menuju kota cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kampus, tetapi juga bagi Kota Banjarmasin. Capaian para mahasiswa Poliban menunjukkan bahwa generasi muda vokasi mampu bersaing dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa melalui inovasi teknologi.

“Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas tanpa batas, para finalis KMIPN VII dari Poliban membuktikan bahwa masa depan digital Indonesia berada di tangan para inovator muda yang berani berkreasi dan menginspirasi,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Permasalahan sampah di Kota Banjarmasin kian meningkat, dengan volume mencapai sekitar 170.275 ton per hari pada periode 2024, menjadikannya yang tertinggi di Kalimantan Selatan.

Untuk menekan permasalahan tersebut, Tim Peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) berkolaborasi dengan Politeknik Hasnur (Polihasnur) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama mitra Bank Sampah Induk Kota Banjarmasin (Baiman). Kegiatan ini berfokus pada pengelolaan sampah di wilayah Banjarmasin Utara, dan dilaksanakan pada Kamis (16/10/2025).

Ketua Tim Peneliti Poliban, Raybian Nur, menjelaskan bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) masih tergolong rendah, sehingga menimbulkan penumpukan yang signifikan. Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti Poliban dan Polihasnur mengembangkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di Bank Sampah Induk Baiman.

“Kami dari kalangan akademisi memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintek Republik Indonesia, untuk memfasilitasi mitra melalui alat teknologi tepat guna berupa mesin pemilah dan pencacah sampah portabel serta alat komposter bertingkat. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung konsep ekonomi sirkular,” ungkap Raybian.

Ia menambahkan, mitra BSI Baiman juga terus berupaya melakukan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan demi keberlanjutan program yang inovatif dan ramah lingkungan.

“Kami melihat mitra, yakni Bank Sampah Induk (BSI) Baiman, telah aktif memberikan edukasi dan pelatihan, mengubah limbah plastik menjadi ecobrick untuk paving block, serta mengolah limbah organik menjadi pupuk cair alami,” terangnya.

Raybian berharap, dengan adanya alat penunjang berupa mesin pemilah dan pencacah sampah portabel serta alat komposter, kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dapat berjalan lebih efektif demi terciptanya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bank Sampah Induk Baiman Banjarmasin (BSI Baiman), Drs. Fathurrahman, mengungkapkan apresiasinya terhadap alat inovasi yang dikembangkan oleh tim Poliban dan Polihasnur.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim Peneliti Poliban dan Polihasnur, terutama kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, yang telah berkolaborasi dalam rangka mengurangi permasalahan sampah di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa alat hasil inovasi Poliban ini sangat berarti bagi BSI Baiman, terutama dalam pengelolaan sampah organik.

“Saat ini kami berfokus pada pengelolaan sampah organik. Mesin pencacah seperti ini sangat diperlukan, terutama untuk skala kecil. Kami memang memiliki mesin dengan kapasitas besar, namun alat yang lebih praktis seperti ini akan lebih mudah dioperasikan. Kami juga akan mengajak masyarakat untuk memilah sampah organik, sehingga jika tidak dapat diolah di rumah, bisa diolah di fasilitas BSI Baiman,” jelasnya.

Fathurrahman menambahkan, kerja sama ini merupakan wujud dari pentahelix collaboration antara pemerintah kota, perguruan tinggi, dan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Ia menyebut, kolaborasi ini menjadi titik awal untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi di Kalimantan Selatan.

“Kami di lapangan sering menemui berbagai permasalahan teknis dan peralatan, sehingga penting bagi kami untuk mencari solusi bersama dengan Poliban dan Polihasnur,” tuturnya.

Sebagai mitra, ia berharap akan ada kolaborasi lanjutan guna mempercepat pengurangan sampah di Kota Banjarmasin.

“Semoga ke depan akan muncul lebih banyak alat inovatif dari Tim Peneliti Poliban dan Polihasnur. Misalnya, untuk mengatasi limbah styrofoam yang masih sulit dihancurkan. Kami berencana mengubahnya menjadi produk bermanfaat. Bersama teman-teman vokasi, peluang untuk menciptakan inovasi tersebut sangat besar. Kami juga terbuka bagi mahasiswa Poliban yang ingin magang di BSI Baiman sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) duduk bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, perguruan tinggi, dan Bank Sampah Induk Baiman Banjarmasin dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Inovasi dan Kolaborasi Pengelolaan Sampah Menuju Banjarmasin Green City”, yang digelar di Hotel Fugo, Kota Banjarmasin pada Rabu (15/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Poliban dalam upaya mengurangi kapasitas sampah di Kota Banjarmasin. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Poliban, Joni Riadi, yang diwakili oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil dan Kebumian, Dr. Reza Adhi Fajar.

Dr. Reza menjelaskan bahwa Poliban telah memiliki bank sampah yang berperan dalam pengelolaan sampah di lingkungan kampus. “Jika sebelumnya kami hanya mengumpulkan sampah dan menyerahkannya ke TPS Banjarmasin, kini kami berupaya mengelolanya menjadi produk bermanfaat seperti paving block, komponen elektronik, atau produk bisnis lainnya. Karena itu, kami sangat mengharapkan masukan dari Pemerintah Kota Banjarmasin dan Bank Sampah Induk Baiman terkait pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.

Untuk memperkaya sumber informasi terkait pengelolaan sampah, pada FGD kali ini Poliban menghadirkan pula Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Wahyu Hadi Cahyono, serta Direktur Bank Sampah Induk Baiman (BSI Baiman), Drs. Fathurrahman, sebagai narasumber.

Inisiatif Poliban tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Mewakili Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Ia berharap sinergi tersebut dapat melahirkan teknologi tepat guna untuk mengefisiensi pengelolaan sampah di kota.

“Permasalahan yang belum banyak terselesaikan adalah pengolahan sampah organik, khususnya di bidang pertanian. Proses pengomposan biasanya membutuhkan waktu cukup lama, bahkan hingga satu bulan. Ini menjadi PR kita bersama untuk menemukan cara mencacah dan mengeringkan sampah agar prosesnya lebih cepat. Jika sampah organik bisa tertangani dengan baik, maka persoalan sampah di Banjarmasin dapat teratasi, karena 52 persen sampah di kota ini merupakan sampah organik,” jelasnya.

Alive menambahkan, keterbatasan tempat penampungan sampah juga menjadi kendala. Melalui FGD ini, ia berharap muncul solusi bersama untuk mempercepat pematangan sampah organik menjadi pupuk atau produk lain yang bermanfaat.

“Kami, khususnya dari DLH Kota Banjarmasin, sangat terbuka terhadap berbagai masukan. Harapannya, sejak sekarang kita bisa merencanakan pengelolaan anggaran bersama agar kerja sama ini dapat menghasilkan yang terbaik bagi Kota Banjarmasin,” tutupnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggandeng Business Communication Training Institute (BCTI) dalam penyelenggaraan workshop Super Team bertajuk “Service Excellent: Kolaborasi Antar Unit dalam Proses Bisnis Akademik “Inspiring, Empowering, Supporting”.
Kegiatan ini berlangsung di Ruang Multimedia, Lantai 2 Gedung Kantor Utama Poliban, pada Selasa (14/10/2025), dan diikuti oleh seluruh staf bagian kepegawaian, keuangan, serta akademik Poliban.

Sambutan Direktur Poliban, Joni Riadi, menjadi penanda dibukanya kegiatan workshop tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kerja sama antarunit dalam memberikan layanan yang excellent bagi masyarakat, khususnya mahasiswa.

“Kolaborasi antarunit dalam proses bisnis, terutama penguatan tata kelola, sangat penting. Jika kita menilik visi baru Poliban, yakni menjadi lembaga pendidikan tinggi vokasi berkelas dunia di sektor energi dan industri berbasis teknologi digital, maka penguatan tata kelola menjadi bagian penting dari visi tersebut. Karena itu, pelatihan ini sangat relevan dan dibutuhkan,” tuturnya.

Joni Riadi menambahkan bahwa pelatihan ini juga bermanfaat untuk mengefisiensikan, menata, dan menyempurnakan Standar Operasional Prosedur (SOP) institusi, sekaligus meningkatkan akuntabilitas.

“Kalau dilihat dari delapan area perubahan dalam zona integritas, pada area perubahan ketiga, yaitu tata laksana, pelatihan ini membantu menyempurnakan SOP agar lebih efisien. Sedangkan pada area kedelapan, yaitu penguatan tata kelola, tujuannya agar kita dapat memberikan layanan publik terbaik, khususnya kepada mahasiswa,” jelasnya.

Sementara itu, mewakili pihak BCTI, Dita Amalia Mahmudah selaku Program and Curriculum BCTI mengatakan bahwa pelatihan di Poliban kali ini lebih menekankan pada pembentukan super team dan penerapan service excellent.

“Super Team ini merupakan salah satu bootcamp di BCTI. Kegiatannya terkait dengan capacity building, kerja sama tim, dan penguatan teamwork. Hal ini kami tekankan agar unit-unit yang mengikuti pelatihan dapat menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari,” ujarnya.

Dita juga menuturkan bahwa pelatihan ini bermanfaat bagi institusi karena membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan kendala yang dihadapi antar unit.

“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, unit-unit di Poliban dapat menyelesaikan permasalahan dalam menjalankan tupoksi masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi antarunit di lingkungan kampus,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menurunkan beberapa tim mahasiswa untuk mengikuti Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) ke-VII yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Padang pada 13–16 Oktober 2025.

Kompetisi tersebut diselenggarakan secara hybrid, di mana dari berbagai bidang lomba seperti Hackathon, Keamanan Siber, E-Government, Perencanaan Bisnis Bidang TIK, Animasi, Internet of Things (IoT), Cipta Inovasi Bidang TIK, dan Pengembangan Aplikasi Permainan, hanya dua kategori yang dilaksanakan secara luring, yaitu Hackathon dan Keamanan Siber. Sementara bidang lomba lainnya digelar secara daring.

Pembimbing tim Poliban dalam KMIPN VII, Rahimi Fitri, S.Kom., M.Kom., menyebutkan terdapat empat kategori yang diikuti Poliban, yakni E-Government, Keamanan Siber, Cipta Inovasi, dan Hackathon.

“Saya ucapkan selamat kepada lima tim mahasiswa yang bertanding. Kalian hebat telah membawa nama kampus dan Kota Banjarmasin di kancah nasional,” ujarnya.

Tim pertama, Ratikwara dari Program Studi D4 Sistem Informasi Kota Cerdas, mengikuti bidang lomba E-Government dengan pembimbing Rahimi Fitri, S.Kom., M.Kom.. Tim ini mengusung inovasi aplikasi “Bebarasih”, yang mendukung kebijakan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam penerapan pemilahan sampah rumah tangga berbasis kecerdasan buatan (AI). Inovasi tersebut sejalan dengan visi Kota Banjarmasin Barasih wan Nyaman menuju Smart Green City, dengan tagline “Solusi Digital Penanganan Sampah dalam Satu Genggaman.”

Kemudian, Tim Makat-Xploit dari Program Studi D3 Teknik Informatika, di bawah bimbingan Dr. Kun Nursaiful Priyo Pamungkas, S.Kom., berkompetisi pada bidang Keamanan Siber. Tim ini berperan penting dalam mengembangkan dan menjaga ekosistem digital yang aman serta mendukung transformasi digital di sektor pemerintahan dan masyarakat.

Selanjutnya, Tim Bakajutan dari Program Studi D3 Teknik Informatika menampilkan karya aplikasi “NAUKA” pada bidang Cipta Inovasi di Bidang TIK, dengan pembimbing Ahmad Yusuf, S.Kom., M.Kom.. Aplikasi tersebut menunjukkan semangat kreativitas anak muda dalam menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk membantu siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Aplikasi ini hadir sebagai pendamping belajar yang efektif bagi siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dengan tagline “Dimulai dari Karya Anak Bangsa, Berakhir untuk Masa Depan Bangsa.”

Selain itu, Tim OneForAll dari Program Studi D3 Teknik Informatika, yang dibimbing oleh Rahimi Fitri, S.Kom., M.Kom., ikut berkompetisi di bidang Hackathon dengan inovasi aplikasi “DesaMerahPutih.” Aplikasi ini berfokus pada penguatan digitalisasi desa dan pemberdayaan masyarakat menuju desa mandiri dan inklusif berbasis teknologi. Inovasi tersebut mendukung program pemerintah “Desa Kuat untuk Indonesia Hebat”, dengan tagline “Denyut Nadi Digital untuk Jantung Desa.”

Masih di bidang yang sama, Tim Inggih Code dari Program Studi D3 Teknik Informatika, di bawah bimbingan Abdul Rozaq, S.Kom., MM., M.Kom., mengusung inovasi aplikasi “SINTARA” (Sistem Inteligensi Stunting Anak Sehat Nusantara). Aplikasi ini membantu masyarakat melakukan screening dini stunting secara mandiri, menjadi solusi nyata terhadap isu nasional stunting dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML). Aplikasi ini mengusung tagline “Jembatan Digital, Menurunkan Stunting, Menuju Indonesia Emas 2045.”

Rahimi berharap, para mahasiswa Poliban tetap semangat mengikuti lomba dan meraih hasil terbaik di masing-masing bidang yang diikuti.

“Semua tim yang bertanding sudah berjuang. Jadikan kompetisi ini sebagai motivasi agar kalian terus belajar, meraih prestasi, dan mengharumkan nama kampus kita tercinta,” pesannya.

Sebagai tambahan informasi, berikut nama mahasiswa yang mewakili Poliban pada kompetisi KMIPN ke-VII : Zoya Nujula Ramadhoni, Muhammad Irfan Akbar, Nurul Tri Amelia, Nur Syifa Nadya Rahmi, Shofiya Yasmin Husna, Muhammad Zaki, Muhammad Farish Asgalani, Decy Alam Santoso, Muhammad Helmi, Hipni, Rifki Al Ansyari, Aditya Rahman, Muhamad Alif Pahreza, Ahmad Abu Husein, dan Muhammad Azhar Sadikin.

0 comments
3 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Direktur Politeknik se-Indonesia dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia.

Acara pembukaan forum berlangsung di Hotel Galaxy, Kota Banjarmasin, pada 10 Oktober 2025, dan diikuti oleh 18 politeknik dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Poliban Joni Riadi menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta forum serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Politeknik se-Indonesia yang turut menghadiri acara.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Benny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Bambang Hendrawan, perwakilan Ketua Forum Direktur Politeknik se-Indonesia; Fridha Zoelqaidawati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemendiktisaintek; serta seluruh direktur politeknik yang hadir dalam forum.

“Diharapkan momen ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama terkait pembahasan rancangan Undang-Undang Sisdiknas serta isu-isu terbaru dari kementerian,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Benny Bandanadjaja, mengatakan bahwa forum ini menjadi momen tepat untuk membahas rancangan Undang-Undang Sisdiknas yang sebentar lagi akan disusun dan diterbitkan.

“Ini kesempatan baik bagi kita, khususnya di lingkungan Politeknik, mengingat posisi Politeknik saat ini sudah cukup besar dan eksis di tengah masyarakat. Tentunya harus diberi ruang yang lebih luas agar bisa lebih berkreasi lagi,” ungkapnya.

Benny menambahkan, sejumlah masukan telah disampaikan kepada para menteri, termasuk mengenai pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.

“Awalnya memang ada usulan penggunaan nama Politeknik University. Namun, Pak Menteri menegaskan agar tidak mencampurkan antara Politeknik dan Universitas, apalagi dalam bentuk nama. Politeknik tetap Politeknik, hanya saja sistem kewenangan dan organisasi nya yang akan disamakan dengan universitas, dan pimpinannya bisa disebut Rektor, bukan Direktur,” tutur Benny.

Ia juga menjelaskan perbedaan istilah antara vokasi dan terapan yang kerap disalahpahami.

“Kalau di luar negeri, vokasi itu hanya sampai di level D3. Di atas itu sudah masuk ranah Applied Science atau pendidikan terapan. Jadi D4 itu sebenarnya bukan diploma lagi, melainkan Sarjana Terapan. Hal ini juga sudah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012,” jelasnya.

Di akhir penjelasannya, Benny menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kebijakan yang lebih tegas mengenai pembedaan antara perguruan tinggi vokasi dan akademik.

“Sekjen sempat menyampaikan, nanti akan dibuat lebih hitam putih yang vokasi tetap vokasi, yang akademik tetap akademik. Tapi bukan berarti Politeknik berada di bawah universitas. Justru posisinya disetarakan, hanya bentuknya yang berbeda,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga bersama mitra Ibu-ibu Aisyiyah Ranting Bonang, Banjarmasin.

Kegiatan berlangsung di Mushola Bonang, Jalan Kampung Melayu Laut, Banjarmasin, pada 22 Agustus 2025.

Ketua Jurusan Akuntansi Poliban, Nailiya Nikmah, menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini melibatkan empat mahasiswa yang turut berperan aktif dalam setiap tahap kegiatan.

“Ada empat mahasiswa yang kami libatkan, yaitu Laily Nadia Hapsari, Muhammad Fadhil Ramadhan, Chynthia Putri Vedrian, dan Siti Nurkhalisah,” ujarnya.

Ia menuturkan, rangkaian kegiatan diawali dengan survei, observasi, dan wawancara terhadap mitra pengabdian. Setelah melakukan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi, tim kemudian menyusun rancangan solusi, materi pelatihan, serta skenario kegiatan yang diharapkan tepat sasaran.

“Tim menyiapkan bahan kajian untuk merancang solusi bagi permasalahan mitra, menyiapkan draft pelatihan, serta melakukan penaksiran keberhasilan kegiatan,” jelas Nailiya.

Dalam pelatihan tersebut, Tim PKM Jurusan Akuntansi menghadirkan Hj. Nurul Mukhlisah, SE, MM, sebagai narasumber. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta mudah memahami konsep pengelolaan keuangan keluarga yang efektif.

Turut hadir pula Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisyiyah Ranting Bonang, Etika Wardati, yang memberikan sambutan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan juga diisi dengan pengisian kuesioner serta pre test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta terhadap materi yang diberikan.

Sementara itu, Ketua Ranting Aisyiyah Bonang, Ir. Elrifadah, MS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Poliban, khususnya Jurusan Akuntansi, atas pelatihan yang telah diberikan.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut dengan topik yang lebih beragam dan mempererat kerja sama antara Aisyiyah Bonang dan pihak kampus,” pungkasnya.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) lagi gencar nih mengajak para alumninya, khususnya lulusan tahun 2023 dan 2024, buat ikut Tracer Study 2025. Program ini digelar oleh Career Development Center (CDC) Poliban dan Diktisaintek, tujuannya bukan cuma buat formalitas, tapi juga buat masa depan kampus dan alumninya.

Lewat Tracer Study, Poliban ingin tahu gimana kabar para lulusannya setelah keluar dari kampus. Apakah udah kerja, lanjut kuliah, atau lagi merintis usaha. Data ini nantinya bakal dipakai buat banyak hal penting, kayak memperkuat jejaring alumni supaya tetap solid, membantu meningkatkan peringkat akreditasi Poliban dan prodi,dan jadi dasar pembuatan kebijakan agar Poliban bisa terus mencetak lulusan yang keren dan berkualitas.

Direktur Poliban, Jonif Iraldi, S.St., M.T., juga mengajak alumni buat nggak nunda-nunda lagi isi surveinya.

“Cukup 5 menit aja, tapi dampaknya besar banget buat kampus kita,” ujarnya.

Untuk pengisian tracer study ini gampang banget kok. Kalian para alumni bisa langsung buka link https://ts.poliban.ac.id/ls/250915 atau scan QR code yang ada di poster resmi Tracer Study 2025 Poliban.

Yuk, bantu kampus terus berkembang lewat data yang kamu isi. Karena dari alumni, Poliban bisa terus melangkah lebih jauh.

0 comments
1 FacebookTwitterLinkedinEmail

Untuk meningkatkan efisiensi produksi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan ringan berbahan dasar kacang nagara di Kelurahan Benua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) merancang alat inovatif berupa mesin pengupas kulit ari kacang pada Selasa (30/09/2025).

“Pada kesempatan ini kami membuat inovasi berupa mesin pengupas kulit ari kacang nagara, atau dikenal juga sebagai kacang tunggak,” ujar Ikna Urwatul Wusko, mewakili tim yang terdiri atas Antan Noraidi Maulana dan Sulaiman.

Ia menjelaskan, UMKM mitra masih menggunakan cara manual dalam mengupas kulit ari kacang, sehingga membutuhkan waktu lama dan kurang efisien.

“Alat ini dibuat untuk mengoptimalkan produksi UMKM sekaligus menghadirkan inovasi pengupas kulit ari yang lebih efektif,” tuturnya.

Ikna menambahkan, alat yang mereka rancang sudah dipastikan fungsionalitas dan efektivitasnya, serta bekerja lebih cepat dibandingkan metode manual.

“Inovasi juga dilakukan pada bagian roll pisau, yang kami modifikasi ukurannya menjadi lebih kecil agar sesuai dengan ukuran kacang nagara atau kacang tunggak,” jelasnya.

Selain itu, tim dosen Poliban juga melakukan penyesuaian desain dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan penggunaan bagi mitra.

“Kami juga memberikan pelatihan singkat terkait penggunaan alat. Jadi pada tahap serah terima, kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan edukasi terkait cara pemakaian serta penyampaian risiko kecelakaan kerja,” pungkas Ikna.

0 comments
2 FacebookTwitterLinkedinEmail