Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga bersama mitra Ibu-ibu Aisyiyah Ranting Bonang, Banjarmasin.

Kegiatan berlangsung di Mushola Bonang, Jalan Kampung Melayu Laut, Banjarmasin, pada 22 Agustus 2025.

Ketua Jurusan Akuntansi Poliban, Nailiya Nikmah, menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini melibatkan empat mahasiswa yang turut berperan aktif dalam setiap tahap kegiatan.

“Ada empat mahasiswa yang kami libatkan, yaitu Laily Nadia Hapsari, Muhammad Fadhil Ramadhan, Chynthia Putri Vedrian, dan Siti Nurkhalisah,” ujarnya.

Ia menuturkan, rangkaian kegiatan diawali dengan survei, observasi, dan wawancara terhadap mitra pengabdian. Setelah melakukan identifikasi kebutuhan dan analisis situasi, tim kemudian menyusun rancangan solusi, materi pelatihan, serta skenario kegiatan yang diharapkan tepat sasaran.

“Tim menyiapkan bahan kajian untuk merancang solusi bagi permasalahan mitra, menyiapkan draft pelatihan, serta melakukan penaksiran keberhasilan kegiatan,” jelas Nailiya.

Dalam pelatihan tersebut, Tim PKM Jurusan Akuntansi menghadirkan Hj. Nurul Mukhlisah, SE, MM, sebagai narasumber. Materi disampaikan secara interaktif agar peserta mudah memahami konsep pengelolaan keuangan keluarga yang efektif.

Turut hadir pula Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Aisyiyah Ranting Bonang, Etika Wardati, yang memberikan sambutan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan juga diisi dengan pengisian kuesioner serta pre test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta terhadap materi yang diberikan.

Sementara itu, Ketua Ranting Aisyiyah Bonang, Ir. Elrifadah, MS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Poliban, khususnya Jurusan Akuntansi, atas pelatihan yang telah diberikan.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut dengan topik yang lebih beragam dan mempererat kerja sama antara Aisyiyah Bonang dan pihak kampus,” pungkasnya.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) lagi gencar nih mengajak para alumninya, khususnya lulusan tahun 2023 dan 2024, buat ikut Tracer Study 2025. Program ini digelar oleh Career Development Center (CDC) Poliban dan Diktisaintek, tujuannya bukan cuma buat formalitas, tapi juga buat masa depan kampus dan alumninya.

Lewat Tracer Study, Poliban ingin tahu gimana kabar para lulusannya setelah keluar dari kampus. Apakah udah kerja, lanjut kuliah, atau lagi merintis usaha. Data ini nantinya bakal dipakai buat banyak hal penting, kayak memperkuat jejaring alumni supaya tetap solid, membantu meningkatkan peringkat akreditasi Poliban dan prodi,dan jadi dasar pembuatan kebijakan agar Poliban bisa terus mencetak lulusan yang keren dan berkualitas.

Direktur Poliban, Jonif Iraldi, S.St., M.T., juga mengajak alumni buat nggak nunda-nunda lagi isi surveinya.

“Cukup 5 menit aja, tapi dampaknya besar banget buat kampus kita,” ujarnya.

Untuk pengisian tracer study ini gampang banget kok. Kalian para alumni bisa langsung buka link https://ts.poliban.ac.id/ls/250915 atau scan QR code yang ada di poster resmi Tracer Study 2025 Poliban.

Yuk, bantu kampus terus berkembang lewat data yang kamu isi. Karena dari alumni, Poliban bisa terus melangkah lebih jauh.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Untuk meningkatkan efisiensi produksi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) makanan ringan berbahan dasar kacang nagara di Kelurahan Benua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) merancang alat inovatif berupa mesin pengupas kulit ari kacang pada Selasa (30/09/2025).

“Pada kesempatan ini kami membuat inovasi berupa mesin pengupas kulit ari kacang nagara, atau dikenal juga sebagai kacang tunggak,” ujar Ikna Urwatul Wusko, mewakili tim yang terdiri atas Antan Noraidi Maulana dan Sulaiman.

Ia menjelaskan, UMKM mitra masih menggunakan cara manual dalam mengupas kulit ari kacang, sehingga membutuhkan waktu lama dan kurang efisien.

“Alat ini dibuat untuk mengoptimalkan produksi UMKM sekaligus menghadirkan inovasi pengupas kulit ari yang lebih efektif,” tuturnya.

Ikna menambahkan, alat yang mereka rancang sudah dipastikan fungsionalitas dan efektivitasnya, serta bekerja lebih cepat dibandingkan metode manual.

“Inovasi juga dilakukan pada bagian roll pisau, yang kami modifikasi ukurannya menjadi lebih kecil agar sesuai dengan ukuran kacang nagara atau kacang tunggak,” jelasnya.

Selain itu, tim dosen Poliban juga melakukan penyesuaian desain dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan penggunaan bagi mitra.

“Kami juga memberikan pelatihan singkat terkait penggunaan alat. Jadi pada tahap serah terima, kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga memberikan edukasi terkait cara pemakaian serta penyampaian risiko kecelakaan kerja,” pungkas Ikna.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Musim hujan tak lagi jadi hambatan bagi Bengkel Rizky Motor, Kabupaten Banjar. Tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menghadirkan inovasi mesin oven powder coating portable yang mampu mempercepat proses pengeringan cat dan menghasilkan finishing lebih maksimal.

Melihat permasalahaan tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) merancang inovasi berupa mesin oven powder coating portable. Inovasi ini digagas oleh Misbachudin, Akmal Barry, dan Raybian Nur untuk membantu mitra mereka, Rizky Motor.

“Penggunaan metode pengecatan konvensional masih kurang efisien, terutama pada tahap pengeringan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun oven powder coating portable yang lebih efektif, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas finishing pengecatan kendaraan,” ujar Misbachudin, ketua tim peneliti, Senin (29/09/2025).

Ia menambahkan, inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas bengkel serta memberikan nilai tambah bagi layanan pengecatan kendaraan. “Mesin oven powder coating portable juga akan didaftarkan sebagai paten sederhana melalui payung Poliban,” jelasnya.

Dalam proses pengembangan, tim merancang desain menggunakan aplikasi CAD dan SolidWorks, kemudian membuat perangkat mulai dari rangka oven, sistem burner, pintu oven, hingga gantungan part kendaraan. Setiap komponen terintegrasi untuk menghasilkan sistem pemanasan yang stabil dengan suhu 160–210°C sehingga cat bubuk dapat melebur dan menempel sempurna pada permukaan logam.

Tidak hanya memberikan alat, tim juga melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berupa pelatihan penggunaan oven powder coating portable kepada pemilik bengkel dan karyawannya. Pelatihan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik langsung agar mitra dapat mengoperasikan alat secara mandiri.

“Setelah pelatihan, mitra mampu menggunakan mesin secara mandiri, memahami prinsip kerja, serta melakukan finishing pengecatan dengan hasil lebih halus, konsisten, dan tahan lama,” tambah Akmal Barry.

Mesin oven powder coating portable resmi diserahkan kepada Rizky Motor sebagai sarana produksi baru. Hasilnya, bengkel dapat meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan, kualitas pengecatan, dan daya saing usaha di bidang jasa perbengkelan.

“Dengan adanya mesin ini, kami berharap kualitas pengecatan kendaraan semakin baik dan layanan bengkel dapat bersaing lebih luas,” pungkas Raybian Nur.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, menerima bantuan sistem manajemen database klub, atlet, dan pelatih dari tim dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Selasa (30/09/2025).

“Sistem ini dibuat untuk membangun manajemen database klub, atlet, dan pelatih, sehingga dapat membantu tata kelola administrasi pembinaan bola basket yang menjadi aset PERBASI HSS,” ujar Muhammad Teguh Nuryadin.

Teguh menjelaskan, sistem tersebut dikembangkan bersama dua dosen Poliban lainnya, yakni Riswan Yunida dan Raden Kelik Hardinto.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, di mana dosen melakukan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Uno ini menuturkan, pengabdian masyarakat tersebut dilatarbelakangi hasil observasi dan diskusi dengan pengurus PERBASI HSS. Salah satu masalah utama adalah data keanggotaan atlet yang tidak terkelola dengan baik, sehingga kerap menimbulkan sengketa saat pertandingan, karena ada klub yang saling mengklaim pemain yang sama.

“Dengan adanya sistem manajemen database, pendataan klub, atlet, dan asetnya dilakukan lebih rapi. Selanjutnya, tim pengabdian bersama pengurus PERBASI HSS melakukan verifikasi dan validasi, lalu data tersebut disahkan sebagai satu kesatuan dan disampaikan ke KONI Kabupaten HSS,” jelasnya.

Ia berharap, sistem ini dapat mencegah terulangnya klaim ganda atlet antar klub.

“Ke depan, sistem ini juga akan dikembangkan menjadi sistem informasi berbasis website yang dapat diakses semua pihak,” tandasnya.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Menghadapi keterbatasan metode tradisional dalam pengeringan magot, Tim Peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terdiri dari Katiko Imamul Muttaqin, Ahmad Hendrawan, dan Dra. Rusmini Sri Maryati merancang Alat Pengering Magot sebagai solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Minggu (28/09/2025).

Mewakili tim peneliti, Katiko Imamul Muttaqin menjelaskan, alat tersebut dibuat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Masingai I, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, khususnya Kelompok Tani Holtikultura Mekar Jaya dalam mengolah sampah organik agar bernilai tambah.

“Di Kelompok Tani Holtikultura Mekar Jaya, salah satu kegiatannya beternak ayam, kambing, dan sapi. Nah, limbah kotoran ternak serta limbah organik pertanian dan perkebunan kemudian dikelola untuk budidaya magot, larva yang berperan sebagai agen pengurai paling efektif. Magot ini sekaligus menjadi sumber protein pakan ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan lainnya,” ungkap Katiko.

Namun, lanjut Katiko, magot hasil budidaya yang dapat dikeringkan masih terbatas karena proses pengeringan dilakukan secara tradisional dengan penjemuran yang bergantung pada cuaca panas. Kondisi ini membuat produktivitas pengeringan tidak optimal.

“Oleh karena itu, kami membuat solusi teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan Kelompok Tani Mekar Jaya tersebut. Pembuatan perangkatnya kami lakukan di laboratorium kampus Poliban,” terangnya.

Disampaikan Katiko, pihaknya juga mengadakan pelatihan dengan pendekatan teori dan praktik langsung untuk mitra pengabdian.

“Setelah alatnya selesai, kami memberikan pelatihan di kampus Poliban terkait latar belakang teknologi pengering magot, manfaat alat, prinsip kerja, serta aspek keselamatan kerja yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Ia berharap, melalui pelatihan yang efektif, mitra bisa mendapatkan pemahaman yang menyeluruh sebelum perangkat dipindahkan ke desa untuk dioperasikan.

“Semoga alat ini mampu mempercepat proses pengeringan, meningkatkan kualitas produk, serta mengurangi ketergantungan pada cuaca. Sekaligus memperkuat peran Politeknik Negeri Banjarmasin sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghadirkan solusi teknologi tepat guna,” pungkasnya.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Sebanyak 210 siswa SMA/MA/SMK se-Kalimantan Selatan mengikuti Lomba Berkarya dan Berprestasi (Lobapers) ke-6 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Basket Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kamis (25/09/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan Poliban ini tidak hanya menjadi ajang adu keterampilan kepramukaan tingkat penegak, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antar racana.

Direktur sekaligus Mabigus Poliban, Kak Joni Riadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya pembina dan anggota Pramuka Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan.

“Terakhir kali Lobapers digelar pada tahun 2023. Saat itu, pembukaan kegiatan sempat diguyur hujan deras dan air pasang, tetapi kakak-kakak pramuka tetap semangat tanpa alas kaki mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan fisik yang kuat dan mental yang tangguh. Tentunya melalui kegiatan ini keterampilan soft skill semakin terasah, komitmen terjaga, dan solidaritas tetap kokoh dalam kondisi apa pun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ajang ini berperan penting dalam memperkuat jejaring silaturahmi sekaligus meningkatkan prestasi di bidang non akademik.

“Kami berharap kakak-kakak pramuka yang ikut lomba ini terus berkarya dan berprestasi, sehingga bersama-sama kita dapat membangun Kalimantan Selatan untuk Indonesia Maju,” pesannya.

Ketua Pelaksana, Kak Rizki Wulandari, menyebutkan bahwa terdapat enam jenis lomba yang dilaksanakan dalam Lobapers 2025.

“Jenis lomba meliputi pionering, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), latihan ketangkasan baris berbaris (LKBB), cerdas cermat pramuka (LCTP), lomba tari, dan foto kontes,” bebernya.

Ia menjelaskan, 210 peserta berasal dari 11 sangga putri dan 11 sangga putra yang mewakili 11 pangkalan dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Di antaranya dari SMKN 4 Banjarmasin, SMAN 1 Barabai, SMAN 1 Gambut, MA Hidayatullah, SMA GIBS, SMKN 5 Banjarmasin, MA Manbaululuh, SMKN 1 Mandastana, SMKN 1 Gambut, MAN 3 Banjarmasin, dan SMAN 1 Jorong. Kami sangat mengapresiasi semua sekolah yang ikut berpartisipasi, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan Lobapers 2025, Pembina Racana Hasan Basri dan Galuh Diang Bulan Kak Ahmad Hendrawan, Wakil Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Kak Karyono Ibnu Ahmad, Ketua Dharma Wanita Persatuan Poliban Kak Lina Herlina, Wakil Direktur II Bidang Akademik Kak H. Ahmad Rizani, perwakilan Kwartir Cabang, serta tamu undangan lainnya.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Masih dalam lingkup inovasi di bidang industri pengecoran logam, Tim Peneliti Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) yang terdiri atas Dr. Teguh Suprianto, Dr. Asrul Sudiar, Darmansyah, dan Muhammad Kasim kembali menghadirkan terobosan inovatif. Kali ini, mereka memanfaatkan limbah plastik yang dikonversi melalui proses pirolisis sebagai bahan bakar alternatif untuk pengecoran logam, Jumat (26/09/2025).

Mewakili tim peneliti Poliban, Dr. Teguh Suprianto menjelaskan bahwa penelitian ini berfokus pada pirolisis dan optimasi proses fraksionasi dalam konversi limbah plastik campuran menjadi bahan bakar, dengan tujuan utama menghasilkan energi alternatif yang dapat digunakan pada industri pengecoran logam.

Proses Pembuatan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Pengecoran Logam

“Limbah plastik ini merupakan salah satu masalah yang sangat krusial. Namun, di sisi lain, limbah plastik memiliki potensi energi yang dapat kita manfaatkan, salah satunya lewat proses pirolisis ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, limbah plastik dikonversi melalui proses pirolisis pada suhu 400–600°C. Selain menghasilkan bahan bakar cair, penelitian ini juga bertujuan membuktikan bahwa alat pirolisis yang dirancang mampu berfungsi dengan baik dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai tambah.

“Alat pirolisis yang kami rancang memiliki beberapa komponen utama, yaitu rangka pirolisis, tabung reaktor, tungku reaktor, tabung kondensor, tabung penampung hasil liquid, serta dandang penampung air,” terang Dr. Teguh.

Minyak hasil uji coba pirolisis dengan jenis limbah plastik HDPE (kuning) dan PET (hijau)

Menurutnya, tahap awal penelitian dimulai dari proses rancang bangun alat pirolisis yang kemudian diuji secara langsung menggunakan limbah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) dan PET (Polyethylene Terephthalate).

“Penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif, tetapi juga menghadirkan teknologi pirolisis sederhana yang aplikatif. Teknologi ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk skala industri kecil hingga menengah, termasuk sektor pengecoran logam,” imbuhnya.

Lebih jauh, Teguh mengungkapkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung upaya keberlanjutan dalam pengelolaan limbah plastik sekaligus mendorong transisi menuju energi yang lebih bersih.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Tim peneliti Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) kembali menghadirkan terobosan inovatif melalui pemanfaatan oli bekas sebagai aditif bahan bakar batubara untuk proses pengecoran logam, Jum’at (26/09/2025).

Selama ini, industri pengecoran logam di Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), masih bergantung pada arang kayu ulin sebagai bahan bakar utama. Namun, keterbatasan sumber daya kayu ulin serta harga yang semakin tinggi mendorong perlunya alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dosen Teknik Mesin Poliban (Muhammad Kasim), berfoto dengan pelaku usaha UMKM

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti yang terdiri atas Dr. Teguh Suprianto, Muhammad Kasim, dan Darmansyah mengembangkan solusi lewat program pemberdayaan masyarakat dengan mencampurkan batubara dan oli bekas sebagai bahan aditif dalam proses pembakaran logam.

“Kami mencampurkan oli bekas menggunakan metode semprotan (spray) dengan perbandingan 1%, 2%, dan 3% untuk mengevaluasi hasil serta membandingkan efisiensi pembakaran sebelum dan sesudah pencampuran,” jelas Dr. Teguh Suprianto, perwakilan tim peneliti Poliban.

Ia menambahkan, program ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pembakaran dan mendukung industri lokal agar beralih ke batubara sebagai bahan bakar utama, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada kayu ulin.

Hasil peleburan alumunium 3 Kg dengan menggunakan batubara dengan tambahan 100 ml oli bekas

Hasil peleburan alumunium 3 Kg dengan menggunakan batubara dengan tambahan 100 ml oli bekas

“Untuk tahapannya, ada empat proses yang dilakukan, yakni pengumpulan oli bekas, persiapan batubara dengan cara dihancurkan agar ukurannya seragam sekaligus bisa dikeringkan untuk mengurangi kadar air, pencampuran batubara dengan oli bekas, serta pengujian dan pembakaran batubara yang telah dicampur oli bekas menggunakan furnace atau tungku kecil,” tambahnya.

Teguh juga menegaskan bahwa pemanfaatan batubara dengan aditif oli bekas, yang relatif mudah diperoleh, dapat menekan biaya produksi secara signifikan.

“Biasanya proses peleburan menggunakan LPG atau arang yang harganya mahal dan ketersediaannya tidak stabil. Dengan penggunaan batubara dan oli bekas ini, proses produksi menjadi lebih hemat,” pungkasnya.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) resmi meluluskan 1.036 sarjana baru pada Wisuda ke-XXXVI Tahun 2025 yang digelar di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Selasa (23/9/2025).

Direktur Poliban, Joni Riadi, menyampaikan bahwa momentum wisuda tahun ini bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-XXXVIII Poliban.

“Setiap tanggal 23 September merupakan hari lahir Poliban, yang pada awalnya dikenal sebagai Politeknik Universitas Lambung Mangkurat,” ujarnya.

Tahun ini, Poliban mengusung tema “38 Tahun Membangun Vokasi, Merajut Banua Emas dengan Transformasi Digital dan Hilirisasi Energi.” Ia menegaskan bahwa tema tersebut sejalan dengan visi Poliban, yakni “Menjadi Perguruan Tinggi Vokasi Berkelas Dunia di Sektor Energi dan Industri Pengolahan Berbasis Teknologi Digital Tahun 2050.”

“Kami berkomitmen memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran, pengembangan diri, dan pembentukan karakter mahasiswa. Selaras dengan itu, Poliban juga menyiapkan fasilitas untuk mendukung kesiapan kerja para lulusan melalui layanan pasca lulus, yang dapat diakses melalui portal karir Poliban,” tuturnya.

Joni Riadi berharap para lulusan tidak berhenti belajar, terus mengasah kemampuan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

“Saya optimis 1.036 wisudawan tahun ini mampu bersaing dengan baik di dunia kerja. Terlebih sebelum lulus, para alumni sudah dibekali berbagai sertifikasi dan pelatihan soft skill, mulai dari penulisan CV, teknik wawancara kerja, hingga etika profesional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, turut menghadiri perhelatan wisuda Poliban. Ia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kampus vokasi terbesar di Kalimantan Selatan tersebut dalam mendidik seribu lebih sarjana dengan kualitas SDM yang unggul.

Dalam rangkaian Dies Natalis, Hj. Ananda juga didaulat menyampaikan orasi ilmiah bertema “38 Tahun Membangun Vokasi, Merajut Banua Emas dengan Transformasi Digital dan Hilirisasi Energi.”

“Tema ini sekaligus menjadi tantangan bagi para sarjana vokasi saat ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, Kota Banjarmasin sangat membutuhkan SDM seperti alumni Poliban untuk ikut berkontribusi menghadapi tantangan hilirisasi energi dan perkembangan teknologi.

“Di tengah kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin, sampah bukan lagi sekadar beban kota, tetapi bisa diolah menjadi energi bermanfaat. Di sinilah peran lulusan vokasi untuk menghadirkan teknologi tepat guna dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai penutup, Hj. Ananda mengajak para lulusan untuk tetap setia pada cita-cita, serta bersama-sama menyongsong Banjarmasin Maju Sejahtera dan Banua Emas 2045 dengan semangat vokasi, transformasi digital, serta hilirisasi energi demi keberlanjutan generasi mendatang.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail