Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA) Politeknik Negeri Banjarmasin menggelar kegiatan Workshop PAP 8.0 dengan tema “Ubah Gaya Hidup: Atasi Konsumtif, Bangun Keuangan Sehat” pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kantor Utama, Ruang Multimedia Lantai 2 Poliban ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran finansial generasi muda melalui edukasi dan praktik langsung dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak.

Workshop PAP 8.0 turut menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Andika Prassetia dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ridi, S.Ak., M.M., dari Bank Tabungan Negara (BTN).

Mengawali rangkaian kegiatan, Nailiya selaku Ketua Jurusan Akuntansi membuka dan memberikan sambutan secara langsung. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina HIMA, Mahyuni, serta Ketua Pelaksana Workshop, Ziyad Yahya Faisal.

Di sisi lain, Noor Fauziah selaku moderator memandu jalannya diskusi dengan komunikatif sehingga suasana menjadi interaktif dan hangat. Para narasumber menyampaikan materi edukatif mengenai cara mengatasi perilaku konsumtif serta membangun kebiasaan keuangan yang sehat. Peserta tampak antusias mengikuti pemaparan dan aktif dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Smart Action Planning, yaitu studi kasus di mana peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan ditantang untuk menyusun rencana pengelolaan keuangan berdasarkan skenario yang telah disediakan. Kelompok dengan hasil terbaik mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasilnya di hadapan seluruh peserta dan narasumber, serta menerima penghargaan.

Rangkaian acara ditutup dengan kuis interaktif menggunakan platform Kahoot, disusul pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Kegiatan berakhir dengan pembacaan doa.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Dalam rangka meningkatkan mutu pengelolaan jurnal ilmiah dan mendorong pemenuhan publikasi sebagai syarat jabatan fungsional dosen, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar Workshop “Standarisasi e-Journal Menuju Akreditasi Nasional dan Pemenuhan Publikasi untuk Jabatan Fungsional Dosen”, pada Kamis (21/05/2025) pagi.

Direktur Poliban, Joni Riadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini beberapa jurnal di Poliban telah terakreditasi Sinta 5 hingga Sinta 2.

“Kedepannya, diharapkan pengelolaan jurnal semakin ditingkatkan, khususnya agar jurnal-jurnal yang masih berada di level Sinta 5 dapat naik peringkat menjadi Sinta 4 atau bahkan Sinta 3,” ungkapnya.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, diantaranya Prof. Apriana Toding, Tim Percepatan Publikasi dari LLDIKTI Wilayah IX yang hadir secara daring. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesesuaian substansi karya ilmiah dengan kompetensi dosen sebagai syarat kenaikan jabatan akademik.

“Pastikan substansi karya ilmiah relevan dengan kompetensi dosen, ada unsur pembaruan namun tetap menjaga integritas akademik,” ujar Apriana.

Sementara itu, Prof. Muhammad Arsyad membahas berbagai poin kritis yang sering menjadi alasan penolakan usulan jurnal, seperti ketidaksesuaian antara bidang kepakaran dan bidang ilmiah yang diusulkan, serta bukti korespondensi yang tidak lengkap. Ia juga memberikan motivasi kepada dosen agar tidak takut mengirimkan tulisan ke jurnal ilmiah.

“Jangan pernah berharap accepted kalau tidak pernah submit. Karena paper yang baik adalah paper yang di submit,” ucapnya.

Dr. Muhammad Aswad, Kepala Pusat Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Universitas Sulawesi Barat, memaparkan tentang standar substansi dan konsistensi artikel untuk akreditasi jurnal nasional.

“Pengelolaan jurnal bukan hal yang mudah. Jika suatu institusi telah memiliki jurnal terakreditasi, apalagi sampai Sinta 2, itu patut didukung dan diberi apresiasi,” tegasnya.

Sedangkan Rizki Prasetya, selaku Pengelola Jurnal di Kementerian Pendidikan Tinggi, yang juga berhadir secara daring turut menyoroti pentingnya peningkatan jumlah dan kualitas jurnal terakreditasi di Indonesia.

“Kami dari kementerian ingin meningkatkan akreditasi jurnal-jurnal di Indonesia. Ayo perguruan tinggi, termasuk Poliban yang sudah memiliki delapan jurnal tingkatkan lagi, karena baru enam yang terakreditasi,” serunya.

Workshop ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal di Poliban, serta mendukung pemenuhan persyaratan publikasi bagi dosen yang ingin naik jabatan fungsional secara akademik.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Berdasarkan Keputusan Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin Nomor 055/PL18/DV.01.00/2025 tanggal 15 Mei 2025 tentang Penetapan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Akademik 2025/2026, ditetapkan bahwa daftar nama mahasiswa baru jalur SNBP telah resmi diumumkan.

Keputusan ini ditetapkan dengan mempertimbangkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, peraturan pemerintah, peraturan menteri, serta keputusan terkait dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Selengkapnya mengenai daftar mahasiswa yang diterima dapat dilihat pada lampiran Surat Keputusan Direktur.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman kampus pada Selasa (20/05/2025) pagi. Direktur Poliban, Joni Riadi, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid.

Dalam pidatonya, Direktur Joni mengingatkan bahwa peringatan Harkitnas bukan sekadar mengenang tanggal historis, tetapi momen untuk menyalakan kembali semangat persatuan dan kebangkitan bangsa yang lahir sejak berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908.

“117 tahun yang lalu, di tengah penjajahan dan keterbatasan, lahir sebuah kesadaran baru bahwa nasib bangsa tidak boleh selamanya ditentukan oleh kekuatan asing. Kita diajak bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri,” ujar Joni.

Ia menekankan bahwa semangat kebangkitan tidak boleh berhenti pada masa lalu. Tantangan hari ini jauh lebih kompleks, seperti disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, hingga ancaman terhadap kedaulatan digital. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus tetap adaptif dan berani memimpin perubahan.

“Indonesia tidak berdiri di tepi sebagai penonton. Kita hadir sebagai mitra dialog yang dipercaya dunia, berkat prinsip politik luar negeri yang bebas aktif sejak awal kemerdekaan,” lanjutnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Direktur Joni menyampaikan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memulai kebijakan dari hal-hal yang paling mendasar dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau lebih dari 3,5 juta anak Indonesia.

“Kebangkitan besar justru dibangun dari fondasi-fondasi sederhana kehidupan yang tenang, perut yang kenyang, dan hati yang lapang. Dari piring makan yang penuh, dari anak-anak yang pergi ke sekolah tanpa rasa lapar,” ungkapnya.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Poliban. Semangat Harkitnas diharapkan dapat memperkuat kembali tekad seluruh elemen kampus untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkeadilan.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Banjarmasin Polda Kalsel bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Banjarmasin menggelar kegiatan promosi dan sosialisasi Medical Check Up (MCU), Kamis (15/5).

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kantor Utama, Ruang Multimedia Lantai 2 Poliban dan dihadiri oleh anggota Dharma Wanita Persatuan, Dosen, Staf Poliban, serta Wakarumkit Bhayangkara Tingkat III Banjarmasin Polda Kalsel beserta jajarannya.

Dalam sosialisasi tersebut, tim medis dari Rumkit Bhayangkara menjelaskan berbagai jenis pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan dalam MCU, manfaatnya dalam deteksi dini penyakit, prosedur pelaksanaannya hingga penjelasan tentang kesehatan gigi (Dental Health Education) oleh Wakarumkit Bhayangkara Tingkat III Banjarmasin Polda Kalsel, drg Kristina Dewi.

Direktur Poliban, Joni Riadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dan bermanfaat bagi seluruh civitas akademika, terutama dalam menjaga kesehatan di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.

“Dengan kegiatan ini, kami berharap para ibu DWP dan seluruh civitas kampus semakin sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat untuk belajar dan bekerja, tetapi juga harus menjadi ruang yang mendukung gaya hidup sehat.

“Kesehatan adalah fondasi dari produktivitas. Ketika kita sehat, kita bisa bekerja lebih optimal, berpikir jernih, dan berkontribusi lebih baik bagi institusi dan masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus kita dorong,” lanjutnya.

Pihak Rumkit Bhayangkara juga membuka sesi konsultasi dan tanya jawab bagi peserta mengenai Medical Check Up tersebut.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Kali ini, prestasi datang dari ajang Kejuaraan Provinsi Tenis Meja dan Basket 2025 se-Kalimantan Selatan yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda: Kabupaten Tanah Laut untuk cabang tenis meja pada 18–24 April 2025, dan GOR Bakula Spartans Arena Banjarbaru untuk cabang basket, Kamis (15/05/2025).

Pada kejuaraan tenis meja, Nur Rizki Amalia, mahasiswi Program Studi D3 Akuntansi semester 4, berhasil meraih Juara 1 Tunggal Putri, Juara 1 Beregu Putri, dan Juara 3 Ganda Putri. Ia mengantongi total dua medali emas dan satu perunggu.

Sementara itu, dari cabang basket kategori 3×3 Putra, medali perunggu berhasil diraih oleh Nabil Mahasin, mahasiswa Jurusan Akuntansi semester 4.

Keduanya mengaku telah melakukan berbagai persiapan menjelang pertandingan.

“Saya mewakili Kota Banjarmasin. Sebelum pertandingan, kami menjalani training center (TC) dari tanggal 3 hingga 16 April. Di luar jadwal TC, saya juga tetap latihan rutin,” ujar Rizki Amalia.

Mahasiswi yang telah menekuni tenis meja sejak kelas 5 SD ini mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara kuliah dan latihan.

“Jujur, agak sulit membagi waktu. Kuliah pulang jam lima, malamnya lanjut latihan. Kadang gak sempat latihan juga karena tugas kuliah. Awalnya keteteran, tapi lama-lama bisa mengatur waktu,” katanya.

Rizki menambahkan bahwa momen bertanding sangat berkesan baginya, terutama karena bisa bertemu dengan para atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Senada dengan Rizki, Nabil Mahasin juga menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam Kejurprov kali ini menjadi pengalaman penting dalam mengasah keterampilannya di bidang olahraga.

“Banyak momen berkesan selama saya menekuni basket sejak SMP. Tapi yang paling berkesan adalah saat saya dan tim meraih medali emas di Porseni 2024, mewakili Poliban,” ujarnya.

Prestasi Nabil tak lepas dari dukungan kampus, pelatih, rekan-rekan di klub basket, dan satu sosok istimewa yang menginspirasi dirinya sejak kecil.

“Kakek saya dulu pemain basket, dan beliau yang jadi inspirasi saya. Saya juga bersyukur kampus memberi dispensasi selama pertandingan, dan banyak pelatih serta kakak tingkat di klub yang selalu mendukung,” pungkasnya.

Keberhasilan Rizki dan Nabil menjadi bukti bahwa mahasiswa Poliban tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersinar di ranah olahraga. Semangat juang, disiplin, dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci penting dalam perjalanan mereka meraih prestasi.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Bapandung, seni tradisi tutur/lisan khas Banjar, sempat nyaris tenggelam dalam senyap. Namun semangat salah satu mahasiswi dari Politeknik Negeri Banjarmasin mampu menghembuskan napas baru ke dalam warisan budaya yang nyaris dilupakan itu. Dialah Nabila Ahya Syaffitri, yang berhasil meraih Juara 3 Pemuda Pelopor Kota Banjarmasin Tahun 2025 di bidang Seni Budaya, Jum’at (09/05/2025).

Capaian ini mendapat apresiasi dari pihak kampus. Ketua Jurusan Akuntansi, Nailiya Nikmah, menyampaikan dukungannya terhadap langkah inspiratif yang dilakukan Nabila.

“Saya selalu mendukung seluruh kegiatan mahasiswa yang positif, apalagi sampai menorehkan prestasi. Kali ini Nabila berhasil meraih Juara 3 Pemuda Pelopor Kota Banjarmasin 2025. Sebuah proses yang panjang dan tidak mudah. Selamat untuk Nabila, semoga selalu semangat dan sukses di masa depan,” ucapnya.

Nabila Ahya Syaffitri memulai langkah pelopornya dengan keresahan yang sederhana namun mendalam melihat generasi muda mulai melupakan jati dirinya.

“Bapandung itu identitas orang Banjar. Tapi sangat disayangkan, kesenian ini mulai pudar di kalangan masyarakat, terutama anak muda,” ungkap Nabila.

Keresahan itu ia suarakan dalam diskusi bersama ketua jurusannya dan sejumlah seniman Banjarmasin. Salah satu nama yang paling membekas baginya adalah Abdussukur MH, maestro pamandungan sekaligus pemain Mamanda yang dikenal luas oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Sosok yang wafat pada 6 April 2022 ini menjadi kehilangan besar bagi dunia seni Banjar.

Sejak kepergian sang maestro, panggung Bapandung seolah kehilangan warna. Tidak banyak generasi baru yang tampil sebagai penerus. Dari situlah, Nabila memutuskan untuk bertindak. Ia pun membawa ide besar itu dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2023 dengan tajuk “Bapandung”, yang berhasil lolos pendanaan tingkat nasional.

Kepeloporannya tak berhenti di situ. Ia kemudian mendaftar sebagai peserta ajang Pemuda Pelopor Kota Banjarmasin. Prosesnya tidak mudah. Ada beberapa tahapan seleksi mulai dari sosialisasi, pendaftaran online, pengumpulan dan seleksi berkas, fact finding, technical meeting, hingga presentasi di hadapan dewan juri di panggung semifinal dan grand final.

“Saat semifinal, saya diminta menampilkan langsung seni Bapandung di atas panggung. Itu jadi momen penting buat saya meyakinkan juri tentang keaslian dan dampak dari apa yang saya lakukan,” kenang Nabila.

Konsistensinya menghidupkan kembali seni tradisi tutur ini, serta dedikasi dalam membentuk ekosistem pelestariannya, membuatnya layak menyandang predikat pelopor. Tak hanya karena prestasinya, tapi juga karena langkah nyatanya: menjalin diskusi lanjutan, mengembangkan keterampilan Bapandung, serta menyebarkan e-book edukasi sebagai bahan pengenalan kepada masyarakat.

Bagi Nabila, jadi pelopor bukan tentang nama besar, tapi keberanian memulai.

“Kamu nggak harus nunggu lulus atau jadi ‘orang besar’ dulu buat mulai berkontribusi. Justru sekarang, waktu jadi mahasiswa, adalah momen terbaik buat belajar, coba hal baru, dan kasih dampak sekecil apa pun itu. Rasa ragu itu normal, tapi jangan sampai jadi alasan untuk nggak mulai. Dunia butuh anak muda yang peduli dan berani bergerak,” pesannya.

Dengan suara yang lantang dan langkah yang mantap, Nabila membuktikan bahwa warisan budaya tak harus punah asal ada satu saja anak muda yang bersedia menyuarakannya kembali.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 pada Senin, (02/05/2025) pagi.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Poliban, Joni Riadi, dan dilaksanakan di halaman depan Kantor Pusat Poliban. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan tersebut, Joni Riadi menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, yang dibacakan secara serentak di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Tema yang diusung dalam pidato tahun ini adalah “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Mewakili Menteri, Joni Riadi menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

“Krisis iklim, ketimpangan ekonomi, disrupsi digital, hingga krisis kepercayaan sosial adalah tantangan yang harus dihadapi bersama. Dalam situasi seperti ini, pendidikan menjadi jawaban strategis untuk membangun karakter, pengetahuan, dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penguatan sistem pendidikan melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, perguruan tinggi, industri, dan komunitas sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pendidikan yang kuat dan relevan. Peran guru, dosen, dan tenaga pendidik sebagai penjaga nyala pendidikan di seluruh penjuru negeri sangatlah penting,” tambahnya.

Lebih lanjut, Joni Riadi menyebut bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan melalui berbagai program strategis.

“Kami mendorong peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui program beasiswa, tunjangan profesi, penguatan kompetensi tenaga pendidik, serta perluasan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun,” ungkapnya.

Dalam arahannya, Joni juga menyampaikan lima perilaku utama yang perlu dipegang oleh perguruan tinggi dalam menjalankan transformasi pendidikan, yakni:

  1. Fokus pada hasil dan dampak nyata di masyarakat.

  2. Riset dan inovasi yang menjawab persoalan bangsa.

  3. Sains sebagai solusi sosial dan ekologis.

  4. Hilirisasi hasil riset untuk kesejahteraan masyarakat.

  5. Evaluasi yang terbuka dan akuntabel sebagai upaya perbaikan berkelanjutan.

Melalui peringatan ini, Poliban menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung arah kebijakan pendidikan tinggi vokasi nasional yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak luas. Amanat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika Poliban untuk terus berkarya, berinovasi, dan membangun bangsa melalui jalur pendidikan.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menurunkan alat pengukur kualitas air bertenaga surya ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih, Jumat (2/5/2025). Langkah ini menjadi bentuk kontribusi sekaligus tindak lanjut kerja sama antara Poliban dan Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menangani darurat sampah akibat penutupan TPAS oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 1 Februari 2025.

Direktur Poliban, Joni Riadi, menjelaskan bahwa alat ini berfungsi mendeteksi tingkat pencemaran air lindi di TPAS Basirih.

“Kami turunkan peralatan bertenaga surya yang merupakan hasil inovasi mahasiswa dan dosen, menggunakan dua baterai berkapasitas 200 ampere,” ujarnya.

Menurut Joni, teknologi berbasis energi terbarukan ini memungkinkan alat pendeteksi kualitas air bekerja secara maksimal. Saat ini, sudah ada empat sensor yang dipasang di kolam limbah TPAS Basirih, dan akan ditambah beberapa sensor lagi.

“Sensor yang telah terpasang berfungsi untuk memantau pH, suhu, total dissolved solids (TDS), dan tingkat kekeruhan air,” jelasnya.

Menariknya, hasil monitoring ini dapat diakses secara daring melalui website milik Poliban yang bisa dibuka lewat perangkat Android. Artinya, pejabat Pemkot Banjarmasin dapat memantau kualitas air kapan pun dan dari mana saja.

Sementara itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setdako Banjarmasin, Machli Riyadi, mengapresiasi kontribusi Poliban. Ia menilai keberadaan alat ini sangat penting dalam penanganan air lindi di TPAS Basirih.

“Ada tujuh parameter yang harus kita penuhi sesuai peraturan Menteri Lingkungan Hidup. Peralatan dari Poliban ini sangat membantu,” ungkapnya.

Machli menambahkan, Pemkot kini tengah melakukan pembenahan besar-besaran di TPAS, termasuk penanganan air lindi dari tumpukan sampah.

“Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Kami percaya SDM Poliban punya kapasitas untuk terlibat lebih jauh,” ujarnya.

Sebagai kampus vokasi terbesar di Kalimantan Selatan, Poliban dinilai memiliki banyak inovasi yang bisa membantu Banjarmasin keluar dari kondisi darurat sampah.

“Pak Wali Kota Muhammad Yamin HR juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata dari Poliban,” tutup Machli.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail

Halo, teman-teman calon mahasiswa Poliban. Ada info penting nih soal pembayaran biaya lainnya bagi kalian yang sudah lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun Akademik 2025/2026 . Yuk, disimak baik-baik yaa!

  • Periode Pembayaran:
    29 April – 11 Mei 2025

Biaya yang Harus Dibayar:
Pembinaan Mental, Fisik, Disiplin (Bintalfisdis) dan Bela Negara, Tes Narkoba, Tes Kemampuan Bahasa Inggris dan Asuransi.

  • Untuk Besaran Biaya:
    Rp 1.360.000 untuk Program Studi D3 / Diploma Tiga
    Rp 1.380.000 untuk Program Studi D4 / Sarjana Terapan

Cara Pembayaran:
Pembayaran tidak menggunakan virtual account ya, teman-teman.

Silakan transfer langsung dari bank manapun ke rekening berikut:
Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
Nomor Rekening: 7304408598
Atas Nama: RPL 045 PS POLIBAN BJM UTK FMD

Setelah transfer, jangan lupa!
Wajib unggah bukti pembayaran ke laman https://pmb.poliban.ac.id.

Catatan penting:
Kalau sampai lewat dari tanggal 11 Mei 2025 kalian belum melakukan pembayaran, akan dianggap mengundurkan diri dari proses penerimaan mahasiswa baru. Sayang banget kan? Yuk, segera selesaikan pembayarannya supaya resmi jadi bagian dari keluarga besar Poliban.

0 comments
0 FacebookTwitterLinkedinEmail